Wanita Tionghoa Ini Selamatkan Bisnis Keluarganya di Tengah Pandemi

JagatBisnis.com – Sejumlah anak belia generasi Tionghoa memutuskan meneruskan upaya keluarga mereka yang sudah dibuat bertahun- tahun, dengan meninggalkan peluang berkarier di perkantoran ataupun industri start- up yang bertambah terkenal. Mereka wajib memutar otak untuk melindungi upaya itu di tengah anjloknya perekonomian dampak endemi Covid- 19.

Sejak umur 7 tahun, Ninna Tjokro, 25, sudah tak asing dengan berbagai jenis mesin jahit di rak- rak gerai yang dijalani keluarganya.

” Kerap cocok liburan sekolah dibawa papa tolong piket gerai. Apalagi kan dahulu papa one- man show( bertugas sendiri),” ucap Nina mengenang era kecilnya.

Gerai 3 Mesin Jahit kepunyaan keluarganya terletak di Jalur Perniagaan, kawasan di Jakarta Barat. Dahulu wilayah itu dikenal sebagai Patekoan, tempat kawasan tinggal yang banyak ditempati warga generasi Tionghoa.

Penggagas gerai itu merupakan eyang Ninna, yang disebutnya Akong. Pria itu mencari nasib ke bunda kota dari Surabaya, Jawa Timur, 4 dasawarsa lalu.

Saat masih kecil Ninna merasa suka kala dibawa melindungi gerai, yang saat itu disebutnya tak sangat besar dan cuma memercayakan kipas angin untuk mengembuskan udara fresh.

” Jika dahulu sih suka, soalnya jika makan siang tentu jajanan ke Glodok ataupun Petak 9 serupa Biyung. Ataupun dibawa belanja perlengkapan catat di Pasar Pagi Lama,” ucapnya.

Beliau berkembang besar melihat gimana bapaknya bertugas keras membesarkan gerai, yang posisinya tak jauh dari kawasan pusat pertokoan dan perdagangan Glodok itu.

” Papa itu betul- betul hardworker( pekerja keras). Bagaikan jaran yang kiri- kanannya dikasih kaca. Fokusnya hanya mau membuat dan meningkatkan bendera keluarga,” ucap Ninna.

Saat beranjak berusia, walaupun senantiasa merasa terikat dengan gerai yang menghidupi keluarganya itu, Ninna merasa butuh mempelajari bidang lain.

Beliau juga bertolak ke Malaysia untuk berkuliah di bidang perhotelan.

Di negara setangga itu pula, Ninna merasakan magang di penginapan. Setiba kembali di Indonesia, beliau kembali mencicipi rasanya magang di sebuah penginapan elegan di Jakarta.

Tetapi, pada 2016, papa dan ibunya memintanya untuk melanjutkan upaya mesin jahit mengenang ia merupakan anak awal dari 2 berkeluarga.

Merasa bertanggung jawab melanjutkan peninggalan keluarga, Ninna akur hempas setir.

Bersama dengan adiknya, Ongky Tjokro, 23, alumnus manajemen bidang usaha di sebuah universitas swasta di Tangerang, Ninna berupaya meningkatkan dan melanjutkan bidang usaha itu.(ser)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button