Tangkap Peluang Ekspor, Bea Cukai Bantu Tiga Komoditas Daerah ini Go Internasional

JagatBisnis.com –  Bea Cukai berkomitmen untuk terus mencari pasar-pasar potensial baru untuk ekspor produk-produk dalam negeri. Mengingat Indonesia memiliki potensi ekspor yang besar, baik dari sisi keragaman produk komoditas kreativitas dan kualitas, serta volume dan tujuan negara ekspor. Sikap proaktif Bea Cukai dalam menjaring pasar-pasar baru untuk memperluas ekspor dilaksanakan dalam rangka mendukung pemerintah pada program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Tercatat, di bulan Maret 2021 tiga kantor pelayanan Bea Cukai telah membantu terlaksananya ekspor perdana komoditas daerah, mulai dari permen jahe organik, pupuk urea, hingga petai.

Di Surakarta, salah satu perusahaan penerima fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor untuk industri kecil dan menengah (KITE IKM) di bawah pengawasan Bea Cukai Surakarta, PT Indo Tropikal Grup, telah melaksanakan ekspor perdana pada tanggal 4 Maret 2021. Komoditas yang diekspor perusahaan tersebut ialah jahe organik dengan tujuan ekspor Amerika.

Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso, pada Selasa (09/03) mengatakan PT Indo Tropikal Grup telah memanfaatkan fasilitas KITE IKM dengan baik, “Fasilitas yang disediakan Bea Cukai dalam rangka menunjang para pelaku IKM agar dapat bersaing di pasar internasional ini telah dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan. Semoga ke depannya PT Indo Tropikal Grup terus dapat mengembangkan produk permen jahe organik untuk memenuhi permintaan pasar dan kerja sama dengan pemerintah dapat terjalin semakin kuat.”

Tak hanya permen jahe organik, di Padang komoditas petai hasil produksi UMKM daerah padang juga dibantu ekspornya oleh Bea Cukai Telukbayur. Bekerja sama dengan PT Aspac Cargo, pada tanggal 5 Maret 2021 Bea Cukai mengekspor 24 kilogram petai ke Jepang. Sebelumnya, di bulan Februari 2021 telah dilaksanakan ekspor jengkol dengan tujuan negara yang sama.

“Petai tersebut nantinya akan dipromosikan atau diperkenalkan di negara sakura sebagai bahan makanan. Petai merupakan salah satu tumbuhan yang tersebar luas di nusantara bagian barat dan merupakan bahan makanan yang banyak diminati di Indonesia. Kami berharap ekspor perdana tersebut dapat membangkitkan semangat dan menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM di wilayah Sumatera Barat lainnya untuk juga berani melangkah melakukan kegiatan ekspor dan pada akhirnya membantu memulihkan perekonomian negara,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Bayur, Hilman Satria.

Harapan yang sama juga dilontarkan Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Mochammad Munif setelah pihaknya pada 7 Maret 2021 melepas ekspor perdana prilled urea atau pupuk urea dengan tonase 10.998 MT milik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Menggunakan Kapal Truongh Minh Dragon V04/12 berbendera Vietnam, komoditas pupuk urea tersebut diangkut melalui Pelabuhan Krueng Geukueh dengan tujuan Sri Lanka.

“Di kala pandemi ini, masyarakat dan pelaku usaha mempunyai peran yang strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Kami berharap kemudahan dan fasilitas ekspor yang diberikan pemerintah disambut positif oleh pelaku usaha dengan menggerakkan usahanya secara baik dan membantu program PEN,” katanya.

Ia menambahkan ekspor perdana pupuk urea ini merupakan implementasi program sentralisasi proses bisnis pemasaran yang dicanangkan oleh PT PIM. Atas ekspor ini negara mendapatkan devisa sebesar USD 3.903.293,83 atau setara dengan lebih dari lima miliar rupiah. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button