Sasar Pelaku Usaha Hingga Eksportir Milenial, Bea Cukai Pacu Ekspor di Daerah dengan Bersinergi

JagatBisnis.com – Dalam mengoptimalkan tugas dan fungsi sebagai trade facilitator dan industrial assistance, Bea Cukai dengan mengedepankan sinergi dengan pihak eksternal terus berupaya untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah yang berorientasi ekspor dengan menyasar industri berskala besar, pelaku UMKM hingga eksportir milenial.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulbagtara, Erwin Situmorang mengatakan sebagai instansi yang memiliki kewenangan di bidang ekspor, Bea Cukai secara berkesinambungan bersinergi dengan pihak eksternal untuk membantu pelaku usaha di daerah dalam merealisasikan ekspor.

“Seperti di Manado, dengan bersinergi bersama Balai Karantina Pertanian, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, serta Garuda Indonesia, kami berhasil mewujudkan ekspor perdana cocopeat oleh komunitas milenial Sulut Go Ekspor. Pada Sabtu (13/11), sebanyak 44 ton cocopeat diekspor ke Korea Selatan dengan nilai ekspor sekitar Rp500 juta,”  ujar Erwin.

Dalam acara talkshow di radio RRI Manado, Alan Harvey selaku Ketua Sulut Go Ekspor mengungkapkan bahwa ekspor tidak memerlukan modal yang besar dan komunitas Sulut Go Ekspor sudah membuktikan dengan melakukan ekspor perdana. Alan mendorong agar lebih banyak eksportir milenial yang mau terjun ke dunia bisnis dan melakukan ekspor. Selanjutnya Alan juga mengapresiasi kinerja seluruh instansi yang terlibat dalam mewujudkan ekspor perdana ini.

Merespon pernyataan Alan, Erwin menyampaikan dukungannya terhadap kaum milenial untuk melakukan ekspor untuk meningkatkan perekonomian daerah. “ Bea Cukai memberikan berbagai fasilitas dalam rangka peningkatan ekspor diantaranya adalah pelayanan 24 Jam di bandara dan pelabuhan serta melakukan bimbingan dan pelatihan kepada eksportir atau calon eksportir baru, “ ujarnya.

Senada dengan Kanwil Bea Cukai Sulbagtara, Bea Cukai Ambon juga menggencarkan sinergi untuk dorong ekspor dengan mengunjungi Pemkab Maluku Tengah. Pada kesempatan ini Kepala Kantor Bea Cukai Ambon, Saut Mulia menyampaikan beberapa agendanya di wilayah Kabupaten Maluku Tengah, diantaranya asistensi terkait rencana ekspor perdana biji Coklat PT SDW (Sumber Daya Wahana) di Kobisadar, kemudian memastikan sejauh mana program Pemulihan Ekonomi Nasional di Kabupaten Maluku Tengah.

Sementara itu di Makassar, Bea Cukai berkolaborasi dengan PT Asuransi Asei Indonesia menggelar Export Assistance Webinar Series sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk menyukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui peningkatan ekspor.

Dalam gelaran sosialisasi PT Asuransi Asei Indonesia sebagai pemateri menjelaskan mengenai manfaat export credit insurance (ECI), yaitu untuk mendorong eksportir berekspansi ke pasar yang baru, meningkatkan penjualan to existing buyer, eksportir dapat melakukan credit/buyer risk assessment, mitigasi risiko gagal bayar dari importir, decrease piutang tak tertagih pada laporan keuangan dan debt collection service.

Kapala Kantor Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono kemudian menyampaikan bahwa ekspor itu mudah dan Bea Cukai selalu ada untuk mendorong para calon eksportir untuk menembus pasar dunia. “Bea Cukai kerap melakukan asistensi dan sosialisasi agar semakin banyak pelaku usaha yang tertarik ekspor. Diharapkan lewat kegiatan ini dan dengan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan dapat meningkat volume ekspor dari Makassar sehingga berdampak pada kemajuan ekonomi daerah,” pungkasnya. (srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button