Rupiah Diklaim Bisa Kian Menguat Jika Joe Biden Menang Pilpres AS

jagatBisnis.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat pada perdagangan, Rabu, 4 November 2020. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.500 per dolar AS.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate mematok nilai tengah rupiah hari ini di level Rp14.557. Menguat dari nilai tengah kemarin di level Rp14.609.

Sementara itu, di pasar spot, rupiah ditransaksikan di level Rp14.552 per dolar AS hingga pukul 10.00 WIB. Menguat 0,22 persen dari level penutupan perdagangan kemarin Rp14.585.

“Jika Joe Biden dan Demokrat menang, pasar juga mempertimbangkan apa yang kemungkinan besar merupakan program stimulus COVID-19 yang substansial, yang melemahkan dolar,” tuturnya hari ini.

PMI Indonesia membaik menjadi 47,8 pada Oktober 2020, dari bulan sebelumnya 47,2. Meskipun masih di bawah angka ambang batas, yakni 50 yang berarti keinginan untuk ekspansi usaha masih rendah.

Sementara itu, Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menekankan bahwa pergerakan rupiah tersebut berpotensi melemah jika hasil pilpres dimenangkan Donald Trump.

“Pagi ini jam 7.55 terlihat Trump lebih unggul dibandingkan Biden yang mendorong penguatan nilai tukar dollar kembali. Tapi peta perhitungan terus berubah dan ketat,” tuturnya.

Perhitungan suara yang ketat, menurutnya akan mendorong pasar berhati-hati dan keluar dari aset berisiko. Ini bisa menjadi faktor penekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Diberitakan sebelumnya, Amerika menyelenggarakan pemilihan pada Selasa, 3 November waktu setempat. Pilpres AS kali ini banyak disebut sebagai pemilihan presiden paling berpengaruh, karena dibayangi oleh wabah virus corona, kelesuan ekonomi, ketegangan rasial dan perasaan bahwa masa depan demokrasi tengah dipertaruhkan.

Warga AS yang berhak memberikan suara mereka pada Pilpres AS berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara di seluruh negeri. Mereka telah mengantre bahkan sebelum matahari terbit untuk memberikan suara mereka pada hari H pemilu.

Para pemilih ini mengantre dengan berdiri pada jarak aman dalam barisan yang mengular di sekitar sekolah, stadion, dan gereja. Beberapa dari mereka bahkan ada yang rela berkendara selama 5 jam untuk bisa memberikan suaranya. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button