Pengembangan Garan Akan Terintegrasikan dengan PLTU

jagatBisnis.com – Pemerintah akan mengembangkan garam industri yang terintegrasi dengan air buangan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan industri terhadap garam impor. Karena selama ini garam hasil produksi rakyat belum bisa memenuhi standar yang diminta industri.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menjelaskan, industri membutuhkan garam dengan kadar Natrium Chlorida (NaCl) di atas 97 persen. Sedangkan, selama ini garam rakyat belum bisa memproduksi garam industri dengan kadar tersebut. Kadar NaCl pada garam rakyat produksi dari pengeringan air laut hanya berkisat 88-90 persen.

“Demi membuat garam rakyat naik kelas dan bisa diserap industri kami menyiapkan dua strategi berbasis teknologi. Teknologi yang disiapkan nantinya mampu menaikkan kadar NaCl garam rakyat menjadi 98 persen sehingga mampu diterima oleh industri nasional, terutama petrokimia dan aneka pangan,” katanya dalam konferensi pers usai rapat terbatas secara virtual, Senin (05/10/2020).

Menurut dia, saat ini sudah ada satu pabrik yang siap beroperasi di Gresik Jawa Timur. Pabrik itu sudah terintegrasi langsung dengan lahan milik petani garam. Nantinya, sebanyak satu sampai dua pabrik seperti itu akan ditambah di beberapa daerah, pada tahun depan.

“Pabrik-pabrik baru akan didirikan di dekat lahan tambak garam petani agar seluruh produksinya bisa langsung diolah. Di pabrik itu teknologi peningkatan kadar NaCl akan diterapkan,” terangnya.

Dia mengatakan, setiap unit pabrik garam industri terintegrasi, memerlukan investasi Rp40 miliar dengan kapasitas produksi mencapai 40 ribu ton per tahun. Artinya, dengan membangun sekitar 15 unit pabrik di sentra produksi garap, maka akan dihasilkan sekitar 600 ribu ton garam rakyat yang sudah naik kelas menjadi garam industri.

“Diharapkan angka tersebut mampu menutup kebutuhan impor untuk industri aneka pangan. Karena kebutuhan garam industri nasional mencapai 2,9 juta ton per tahun,” tutupnya. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button