Total Kepemilikan SBN BRI Tembus Rp343 Triliun pada 2022

JagatBisnis.comTotal investasi kepemilikan surat berharga negara (SBN) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI tembus Rp343 triliun sepanjang tahun 2022. Peningkatan kepemilikan SBN tersebut tumbuh 55,31 persen dan diproyeksi akan tetap menjadi preferensi instrumen investasi yang tetap ramai. Hal itu seiring dengan semakin kondusifnya kondisi perekonomian nasional ke depan.

Corporate Secretary Bank Rakyat Indonesia Aestika Oryza Gunarto menjelaskan, jika dilihat dari jumlah investor yang melakukan pembelian SBN ritel selama tahun 2022, pihaknya mencatat pertumbuhan sebesar 16,84 persen dibanding tahun sebelumnya dengan total Investor SBN mencapai 18 ribu Investor.

“Pesatnya pertumbuhan jumlah investor SBN seiring dengan makin banyaknya seri SBN yang diterbitkan oleh pemerintah. BRI rata-rata menjadi penyumbang di 3 besar penjual tertinggi secara Nasional di tiap penerbitan SBN Primer,” jelas Aestika, Selasa (27/12/2022).

Baca Juga :   BRI: BRImo Aman, Hilangnya Dana Nasabah karena Nasabah Lalai

Dia mengungkapkan, jumlah investor baru juga tercatat mengalami peningkatan sebesar 8 persen dibanding periode sebelumnya. Hal itu didorong oleh adanya penambahan channel pembelian SBN secara online cukup melalui BRIMO yakni fitur E-SBN.

Baca Juga :   Ajak 5 Ribu UMKM, BRI Gelar Pesta Rakyat Simpedes 2022

“Maka, untuk mendukung kelancaran operasional pemasaran SBN, pihaknya telah merancang program switching dan refocusing yang dikhususkan pada nasabah yang tengah mencari return imbal hasil menarik di produk-produk perbankan lainnya dengan tingkat risiko terukur,” imbuhnya.

Baca Juga :   BRI Antisipasi Kejahatan Skimming, Terkait Saldo Tabungan Nasabah

Sementara itu, SEVP Treasury & Global Services BRI Achmad Royadi menambahkan, pada 2021, tercatat mengelola surat berharga mencapai Rp351 triliun, naik 20,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Aktivitas surat berharga kami terus meningkat seiring dengan strategi penetrasi pasar yang dilakukan, baik terhadap klien domestik maupun global,” tutup Royadi. (*/eva)