Waspada, Bekerja di Waktu Ini Tingkatkan Risiko Terkena Kanker

JagatBisnis.com –  Sebuah riset terkini yang dipimpin oleh tim periset dari Washington State University, menjelaskan kenapa pekerja shift malam beresiko lebih besar terkena jenis kanker khusus, dibanding dengan mereka yang bertugas pada jam- jam lazim di siang hari.

Hasil penemuan membuktikan, shift malam mengusik irama 24 jam natural dalam aktivitas gen terkait kanker khusus, yang membuat pekerja shift malam lebih rentan kepada kerusakan DNA sekalian menyebabkan metode koreksi DNA badan tidak tepat durasi untuk menanggulangi kerusakan itu.

Diterbitkan dengan cara online di Journal of Pineal Research, riset ini mengaitkan penelitian makmal terkendali yang menggunakan volunter segar yang melakukan imitasi shift malam ataupun agenda shift siang.

Walaupun riset lebih lanjut masih butuh dilakukan, temuan ini sesuatu hari esok bisa digunakan untuk menolong menghindari dan menyembuhkan kanker pada pekerja shift malam.

” Terdapat banyak fakta kanker lebih biasa terjadi pada pekerja shift malam, yang membuat Badan Riset Kanker Global, Badan Kesehatan Bumi( World Health Organization) mengklasifikasikan profesi shift malam sebagai orang yang berkemungkinan terkena karsinogenik,” tutur pengarang riset, Profesor. Shobhan Gaddameedhi, dilansir Times of India, Senin 15 Maret 2021.

” Tetapi, belum jelas kenapa bertugas shift malam tingkatkan resiko kanker. Inilah yang mau kita bahas dalam riset kita,” hubung ia.

Gaddameedhi dan akademikus WSU Sleep and Performance Research Center, bertugas dengan ahli bioinformatika di PNNL untuk menekuni kemampuan keikutsertaan jam biologis badan, ialah metode bawaan yang membuat kita tetap dalam daur siang dan malam 24 jam.

Walaupun terdapat jam biologis esensial di otak, hampir setiap sel di dalam badan pula memiliki jam bawaannya sendiri. Jam seluler ini mengaitkan gen yang dikenal sebagai gen jam yang ekspresinya melodius, yang berarti tingkatan aktivitasnya bermacam- macam dengan durasi siang ataupun malam.

Para periset setelah itu melihat akibat dari pergantian mimik muka gen terkait kanker. Mereka menemukan, sel darah putih yang diisolasi dari partisipan shift malam membuktikan lebih banyak fakta kerusakan DNA dibanding dengan kontestan shift siang.

Terlebih lagi, setelah para periset menguraikan sel darah putih yang terasing ke radiasi pengion pada 2 durasi berlainan dalam sehari, sel yang dipancarkan di malam hari membuktikan kenaikan kerusakan DNA pada situasi shift malam dibanding dengan situasi shift siang.

Artinya, sel darah putih dari partisipan shift malam lebih rentan kepada kerusakan eksternal dampak radiasi, faktor resiko yang diketahui untuk kerusakan DNA dan kanker.

” Dengan cara totalitas, penemuan ini membuktikan agenda shift malam membuang durasi mimik muka gen terkait kanker dengan cara mengurangi keberhasilan cara koreksi DNA badan saat sangat diperlukan,” tutur pengarang yang lain sekalian akademikus komputasi dari Bagian Ilmu Hayati Makmal Nasional Pacific Northwest, Jason McDermott. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button