Pantai Ini Cocok Bagi Mereka yang Senang Kamping

JagatBisnis.com – Akhir minggu jadi opsi yang tepat untuk membebaskan capek setelah seminggu bertugas dengan tradisi yang semacam lazim. Liburan di akhir minggu jadi salah satu perihal yang sangat ditunggu- tunggu oleh setiap orang, menghabiskan durasi bersama sahabat sembari menikmati atmosfer tepi laut jadi opsi yang sangat banyak diseleksi oleh mayoritas orang.

Tepi laut senantiasa dapat menawarkan kenyamanan, kala terletak di tepi laut, tenaga kita semacam terisi kembali. menikmati atmosfer tepi laut sanggup memberikan pengalaman tertentu. Tidak hanya jadi tempat bersantai, banyak pula yang menjadikan tepi laut sebagai posisi camping dan memancing.

Berita Terkait

Tepi laut yang amat sesuai untuk dijadikan posisi kamping salah satunya merupakan Tepi laut Lhok Mata Ie yang terdapat di Ujong Pancu, Aceh Besar. Tepi laut Lhok Mata Ie senantiasa jadi opsi yang tepat untuk camping dan memancing karena pantainya yang dikeliling oleh perbukitan dengan Jauh tepi laut 20- 30 meter, alhasil kita terasa di tepi laut individu.

Tidak hanya itu banyak pohon- pohon yang dapat kita maanfaatkan untuk mendirikan kamp di bawahnya. Jika mau memancing kita pula dapat memilah untuk bercokol diri di atas bebatuan yang besar sembari menunggu ikan menyantap korban. Ikan hasil acuman disini biasanya berbentuk ikan- ikan karang.

Tepi laut Lhok Mata Ie dapat ditempuh dari Banda Aceh mengarah ke Ujong Pancu dengan durasi kurang lebih 15- 30 menit dengan jarak 15 kilometer. Sesampainya kita di Ujong Pancu, kita wajib memakirkan alat transportasi di rumah masyarakat dengan biaya parkir untuk sepeda motor sebesar Rp 5000 dan untuk mobil sebesar Ro 20. 000.

Berikutnya dari Ujong Pancu kita wajib berjalan kaki mengarah ke Lhok Mata Ie dengan durasi tempuh kurang lebih 40- 50 menit, terkait kilat ataupun tidaknya kita dalam berjalan dan bobot yang kita membawa dalam ekspedisi. Ekspedisi yang kita tempuh melalui hutan dengan jalur menaiki dan menyusut, tetapi jangan khawatir tersesat karena dalam ekspedisi kita akan bertemu dengan orang lain yang pula akan mengarah ke Lhok Mata Ie.

Dalam ekspedisi pula sudah titik poin yang lazim digunakan untuk istirahat alhasil kita dapat mengakulasi daya dan kembali meneruskan ekspedisi. Lelahnya ekspedisi tidak akan terasa karena rimbunya pepohonan yang kita lewatkan, ditemani dengan sejuknya atmosfer hutan.

Sebagian tahun setelah tsunami tepi laut Lhok Mata Ie tidak terbuka untuk didatangi oleh wanita karena mengenang arah yang dilewati, tetapi saat ini sudah dapat dengan memo ditemani oleh masyarakat desa sekitar dan pula tidak bisa menginap. Tepi laut ini dapat didatangi hari apa saja tetapi tidak bisa menginap pada hari Kamis ataupun malam Jumat dan hari Jumat.

Tepi laut ini sangat banyak didatangi pada hari akhir minggu, jadi untuk yang kurang suka kemeriahan dianjurkan untuk bertamu dihari yang lain. Keelokan yang ditawarkan pada saat kita hingga di Tepi laut Lhok Mata Ie seakan dapat melunasi seluruh letih selama dalam ekspedisi.

Birunya langit dipadu dengan indahnya laut dan pula perbukitan di sekitar tepi laut seolah sanggup untuk membuat seluruh keletihan lenyap sedemikian itu saja. Tidak hanya dikelilingi oleh perbukitan dipantai ini kita pula dapat bersantai diatas bebatuan besar sembari merasakan freshnya angin yang berdesir.

Alam dasar lautnya juga tak takluk memanjakan mata, beberan karang- karang komplit dengan ikannya pula sedia memanjakan mata kita, untuk yang penasaran dengan alam dasar lautnya kita lumayan membuat perlengkapan snorkling untuk semata- mata menyelam. Kita dapat mendapati berbagai jenis ikan karang yang berenang kesana kemari di sekitar terumbu karang. Satu perihal yang wajib diketahui jangan hingga kita menginjak ataupun mematahkan terumbu karang yang terdapat di situ.

Bila kita mau kamping, jangan kurang ingat membuat seluruh perlengkapan sendiri, mulai dari kamp ataupun santapan, biasanya yang mau kamping pula memilah membuat perlengkapan acuman untuk memancing ikan yang berikutnya esok terbakar dan dinikmati bersama. Jika asian pada petang hari kita dapat melihat mentari karam dengan kombinasi corak orange yang dipantulkan ke dataran laut.

Atmosfer malam disini biasanya dihabiskan dengan memasak bersama hasil acuman yang lebih dahulu diperoleh ataupun memasak materi- materi yang lebih dahulu sudah dibawa dalam ekspedisi sembari bersantai dan bersenda gurauan tentang kegiatan yang selama ini sudah dilewati. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button