Indonesia Tuntut Pengembalian Artefak Bersejarah dari Belanda

JagatBisnis.com –  Indonesia meminta Belanda untuk mengembalikan delapan koleksi artefak bersejarah dari museumnya, termasuk tulang belulang Manusia Jawa. Karena tulang belulang itu adalah fosil pertama spesies Homo erectus yang diyakini sebagai asal evolusi manusia. Permintaan itu diajukan pada Juli. Artefak-artefak itu adalah tanda dari peristiwa yang jauh lebih besar.

Seorang sejarawan dan anggota tim Indonesia yang melakukan repatriasi Indonesia, Bonnie Triyana mengatakan, tulang itu digali oleh paleoantropolog Belanda Eugene Dubois pada abad ke-19. Adapun sejumlah artefak yang disimpan di Museum di Belanda diklasifikasikan sebagai “jarahan” oleh Jakarta, termasuk patung-patung dari kerajaan Hindu kuno di Jawa, Singasari, dan barang-barang pribadi milik pahlawan nasional Indonesia.

“Tujuan utamanya adalah untuk mengembalikan barang-barang tersebut dan menghasilkan pengetahuan. Fokus utama kami adalah koleksi milik negara di museum nasional, termasuk Pusat Keanekaragaman Hayati Naturalis Belanda, yang menyimpan tulang paha dan tengkorak Manusia Jawa,” katanya dikutip dari Reuters Sabtu (22/10/2022).

Baca Juga :   Investor Singapura Diajak Bisnis Kripto di Indonesia

Sementara itu, media berita Belanda telah melaporkan permintaan Indonesia panjang lebar minggu ini. Surat kabar harian Trouw melaporkan, daftar artefak yang diminta oleh Indonesia sangat luas dan termasuk koleksi lengkap Dubois, yang terdiri dari sekitar 40.000 fosil yang digali di Indonesia antara tahun 1887 dan 1900.

Baca Juga :   Kini, Indonesia Tak Lagi Bergantung Dolar AS

“Mahakarya mutlak dari koleksi Dubois, sisa-sisa yang disebut Manusia Jawa, bahkan disebutkan secara eksplisit,” tulis laporan Trouw.

Seorang juru bicara Naturalis mengatakan kepada surat kabar itu ada permintaan seperti itu dari Indonesia dan pihak museum akan bekerja sama, meskipun pertanyaan tentang keamanan artefak perlu diperhatikan.

Baca Juga :   Hore! Indonesia Kembali Masuk Negara Pendapatan Menengah Atas

“Kami memahami klaim Indonesia. Tetapi pertanyaannya, di mana koleksi tersebut dapat disimpan, diakses, dan diteliti dengan aman? Saya rasa, saya tahu jawabannya,” jelas Trouw mengutip juru bicara tersebut.

Belanda sebelumnya telah mengembalikan barang-barang museum ke Indonesia, termasuk keris milik pangeran Jawa Diponegoro, yang dikembalikan pada tahun 2020. Kementerian pendidikan dan sains di Belanda, yang mengoordinasikan proses pemulangan, tidak segera menanggapi permintaan tersebut. (*/els)