Menko PMK: Tidak Ada Penyekatan Saat Libur Nataru, Hanya Pengetatan

JagatBisnis.com – Periode libur panjang berpotensi membuat lonjakan kasus Covid-19, sebab itu pemerintah memberlakukan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022. Hal ini berkaca pada pengalaman sebelumnya, sebab pada libur panjang diikuti dengan peningkatan mobilitas.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mengatakan, untuk sementara tak ada kebijakan penyekatan skala nasional selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun, pemerintah akan memberlakukan pengetatan perjalanan selama masa libur tersebut.

“Tapi untuk keputusan sementara sampai nanti dinyatakan resmi, itu pemerintah tak melakukan penyekatan secara nasional. Yang ada pengetatan,” kata Muhadjir, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga :   Penumpang KRL Masih Wajib Bawa STRP

Muhadjir menjelaskan kebijakan pengetatan itu meliputi pengawasan terhadap status kesehatan setiap orang melakukan perjalanan. Di antaranya harus sudah melakukan vaksin Covid-19 dosis lengkap dan menunjukkan hasil negatif swab antigen ataupun PCR.

Baca Juga :   PPKM Level 4 Diperpanjang, Restoran Boleh Layani Makan di Tempat Tapi sampai Pukul 20.00

“Nantinya pemerintah juga menentukan tempat-tempat tertentu untuk melakukan pemeriksaan ulang bagi pelaku perjalanan. Sehingga mereka yang dalam perjalanan itu sesuai prokes sampai tujuan. Mereka akan disambut oleh aparat untuk diperiksa lagi kondisi kesehatannya. Tapi enggak ada penyekatan,” ungkapnya.

Dia mengaku, pihaknya terus mengkaji mengenai kebijakan libur Nataru tersebut. Di sisi lain, masyarkat dihimbau untuk tak berpergian saat libur akhir tahun. Walau begitu, masyarakat akan tetap diizinkan melakukan mobilitas dengan tetap mematuhi ketentuan PPKM Level 3 sestai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terbaru

Baca Juga :   Atur Perjalanan Masyarakat, Pemerintah Keluarkan Surat Edaran

“Meski tidak ada penyekatan, pemerintah tetap mengatur lalu lintas masyarakat agar lebih tertib dan ketat. Hal ini berkaca pada pengalaman sebelumnya, sebab pada libur panjang diikuti dengan peningkatan mobilitas,” pungkas Muhajirin. (*/esa)