We Love Bali, Berselfie di Patung Budha Tidur Objek Wisata Baru di Tabanan

jagatBisnis.com – Di kesempatan akhir tahun ini Kemenparekraf/Baparekraf meluncurkan program We Love Bali. Menurut Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Event Kemenparekraf Rizki Handayani, We Love Bali adalah program perjalanan atau trip di Bali.

“We Love Bali terdiri dari 10 program perjalanan berbeda yang sudah dilaksanakan 10 trip berturut-turut selama 2 bulan lalu, saat ini sedang berjalan trip ke 11 pada 6 – 8 Desember 2020. Seluruh program berlangsung selama tiga hari dua malam ke berbagai destinasi wisata di Bali,” tuturnya Rizki Handayani.

Hari ini, Senin (7/12), sebagian peserta trip ke 11 mengunjungi objek wisata Patung Budha Tidur. Pesona indah Patung Budha Tidur di Vihara Dharma Giri di desa Pupuan, Tabanan, terlihat begitu indah dan menarik dan bisa menjadi tempat wisata ideal jika kamu berencana berwisata ke wilayah kabupaten Tabanan. Cocok untuk kamu untuk bersantai dan berselfie dengan latar belakang pemandangan yang instagramable.

Patung Budha Tidur dengan ukuran yang besar berwarna putih bersih, terlihat megah dan spektakuler dalam balutan pemandangan alam indah, sehingga Patung Budha Tidur ini menjadi salah satu objek wisata baru di kawasan Tabanan Bali.

Saat ini memang sedang trend wisatawan berselfie di objek-objek wisata, maka tempat seperti Patung Budha Tidur yang berada di kawasan Vihara Dharma Giri bisa menjadi incaran para wisatawan yang suka selfie.

Salah satu peserta trip ke 11 Bapak Ketut Trikaya Manik selaku pelaku industri pariwisata dan Ketua Dewan Pengawas Himpunan Pramuwisata Indonesia daerah Bali menjelaskan, “Objek wisata Patung Budha Tidur memang sedang viral saat ini. Banyak wisatawan yg mengupload foto selfie di Patung Budha Tidur di media sosial mereka.”

Pak Manik juga menjelaskan bahwa pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak dari pandemi Covid-19. Sebagai destinasi utama di Indonesia, Bali mendapatkan pukulan telak akibat terbatasnya mobilitas masyarakat.

“Program We Love Bali yang diadakan Kemenparekraf cukup memberi dampak pada industri pariwisata Bali. Secara psikologis memberikan harapan untuk industri pariwisata Bali untuk bangkit,” ucap Pak Manik.

Rizki Handayani sebelumnya juga menjelaskan bahwa program We Love Bali diadakan sebagai bentuk implementasi protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment). 

Implementasi penerapan CHSE melalui program ‘We Love Bali’ ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk hotel, usaha perjalanan wisata, usaha transport, pemandu wisata, restoran, daerah tujuan wisata, UMKM, dan lainnya.

“Program CHSE telah kita terapkan dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta menstimulus kegiatan pariwisata di Bali khususnya,” tutup Rizki Handayani.(saf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button