Duh, 95,5 Persen Anak Kurang Konsumsi Serat

JagatBisnis.com – Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mengatakan sebesar 95,5 persen penduduk Indonesia berusia di atas lima tahun masih kurang mengonsumsi serat. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa sembilan dari 10 anak kekurangan asupan serat. Tentunya hal ini harus menjadi perhatian penting para orangtua, sebab serat memiliki segudang manfaat bagi anak.

Ahli Nutrisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc. yang akrab disapa Prof. Tati, menyebut, bahwa orangtua perlu memiliki pengetahuan yang cukup serta kejelian dalam memilih dan memberikan makanan yang berserat tinggi kepada anak agar dapat mendukung mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

“Cara mudah untuk memastikan anak mendapat cukup serat adalah dengan memperkenalkan anak dengan berbagai jenis serat, hingga membiasakan konsumsi makanan berserat. Beberapa pilihan jenis makanan berserat antara lain buah, sayur,” ucap Prof. Tati, dalam Konferensi Pers Virtual Peluncuran Program Kampanye ‘Jam Makan Serat’, Kamis (3/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tati membagikan sejumlah jenis makanan yang kaya akan serat, diantaranya Kacang-kacangan,biji-bijian, seperti: roti gandum dan oats, barli dan gandum hitam. Buah-buahan seperti: pir, melon dan jeruk. Sayuran seperti: brokoli, wortel, dan jagung manis; kacang polong, buncis dan pulses; kacang dan biji-bijian; serta kentang dengan kulitnya.

“Penting bagi si Kecil mengkonsumsi serat dalam jumlah cukup sesuai AKG yang telah ditentukan berdasarkan kelompok umur. Untuk anak usia 1-3 tahun, dibutuhkan setidaknya 19 gram serat setiap hari. Dalam bentuk makanan, 19 gram serat ini setara dengan hampir 2 kilogram wortel rebus atau 1,2 kilogram papaya,” tambahnya.

Lebih lanjut, jumlah serat tersebut umumnya cukup sulit dipenuhi melalui makanan yang mereka konsumsi sehari-hari dalam sekali makan. Oleh karena itu, merencanakan pola makan serat sesuai kebutuhan anak diperlukan agar bisa menentukan jenis dan jumlah (porsi) asupan serat.

“Orang tua sebaiknya juga dapat mengatur jadwal makan serat untuk membiasakan anak menyantap makanan yang kaya kandungan serat dalam beberapa kali sehari. Orang tua dapat mengatur jadwal makan serat anak, bukan hanya di makanan utama, namun juga bisa dengan strategi tambahan seperti memberikan makanan berserat tiga kali sehari sebagai selingan (snack) makan atau snacking time,” tuntasnya.(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button