Cuci Tangan Pakai Sabun, Modal Utama Pembelajaran Tatap Muka

JagatBisnis.com – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai dijalankan. Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Umum (SMU), menjalankan PTM dengan berbagai syarat. Salah satu yang perlu diterapkan dengan disiplin adalah protokol kesehatan (prokes), salah satunya dengan cuci tangan pakai sabun.

Modal utama untuk menghentikan penyebaran virus adalah dengan cuci tangan pakai sabun. Covid-19 nyatanya memiliki dampak panjang yang mengkhawatirkan bagi kesehatan.

Sebuah penelitian menemukan 1 dari 4 orang penyintas Covid-19 mengalami gejala long Covid-19 cukup panjang. Penelitian ini juga menyatakan bahwa anak-anak dan remaja penyintas Covid-19 juga dapat merasakan hal yang serupa.

“Kegiatan CTPS (Cuci Tangan Pakai sabun) sudah mulai diedukasikan dan dikampanyekan sejak lama, bahkan sebelum pandemi hadir. Inisiatif ini penting untuk diteruskan, karena aksi cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dapat mencegah penyebaran berbagai penyakit menular, bukan hanya COVID-19 tapi juga diare dan hepatitis,” ujar dr. Imran Agus Nurali, Sp. KO, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, saat temu media virtual di Jakarta, Kamis, (14/10/2021).

Sementara Dra. Sri Wahyuningsih M.Pd, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia menambahkan, merdeka belajar jadi responnya di kementerian sebagai jawaban dari visi misi pemerintah untuk menciptakan generasi hebat di masa depan.

“Implementasi sekolah tatap muka terus didorong guna mempersiapkan anak-anak Indonesia agar tetap dapat mengejar capaian pendidikan dan menghindari learning loss. Kami memahami banyak orang tua yang masih khawatir, namun penting dinngat bahwa PHBS dan CTPS harus jadi norma baru yang terus kita terapkan. Ini juga jadi modal utama untuk memulai pendidikan tatap muka, dan perlu diterapkan untuk setiap elemen – mulai dari satuan pendidikan, hingga masyarakat luas,” tambahnya.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button