BI Harus Mampu Membangun Sistim Keuangan Syariah yang Terintegrasi

JagatBisnis.com – Pada dasarnya sistem ekonomi syariah terintegrasi satu dengan yang lain. Oleh sebab itu, lembaga keuangan syariah harus terintegrasi dengan sektor riil dalam membentuk eksistim ekonomi syariah. Makanya, lembaga keuangan syariah perlu berbenah untuk mewujudkan lembaga yang terintegrasi, antara industri perbankan syariah dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) serta lembaga sosial keagamaan, seperti zakat dan wakaf).

“Kami mendorong BI agar bisa berperan menjadi faktor pendorong dalam mewujudkan gagasan sistim ekonomi dan keuangan syariah yang terintegrasi,” anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Selasa (9/2/2021) di Jakarta, seperti keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Pada kesempatan ini, Anis juga membahas tentang komitmen BI dalam pengembangan ekonomi digital. Salah satu titik lemah yang dimiliki oleh perbankan syariah nasional saat ini adalah pengembangan sistem informasi teknologi (IT) yang terkesan lamban. Sehingga jauh tertinggal dengan bank konvensional.

“Hal ini bisa dimaklumi, mengingat pengembangan sistem IT di lembaga keuangan memerlukan investasi dana yang besar. Bahkan BRI berani mengeluarkan investasi besar untuk memiliki satelit sendiri, agar mampu mengembangkan sistem IT yang lebih unggul,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, pihaknya berharap, bank-bank syariah juga fokus mengembangkan sistem IT yang mampu meningkatkan daya saingnya. Sehingga dapat mengantisipasi perkembangan industri financial technology (fintech).

“Dengan sistem IT yang memadai, diharapkan bank syariah bisa tumbuh dan berkembang bersama dalam meningkatkan layanan dan memperluas segmentasi pasar. Makanya, kami mendorong agar BI ikut mendorong hal tersebut,” pungkas Anis. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button