Aplikasi Menyesatkan di Play Store Akan Ditindak Tegas

JagatBisnis.com – Google baru saja mengeluarkan kebijakan dan panduan baru untuk aplikasi yang dipasang Play Store. Aplikasi baru ini ditujukan untuk menindak aplikasi yang menyesatkan pengguna, baik itu dengan nama atau ikon aplikasi.

Google mengatakan, pihaknya memang sering kesulitan mengontrol kualitas aplikasi di Play Store. Banyak aplikasi jahat yang berisi malware yang sering ditemukan.
Tapi masalah yang paling sering ditemukan adalah aplikasi kloningan berkualitas rendah yang dirancang mirip seperti aplikasi sungguhan untuk mengelabui pengguna.

Berita Terkait

“Belum lagi aplikasi yang fungsi aslinya tidak sesuai dengan apa yang dipromosikan.
Kebijakan baru ini akan melarang sederet trik yang digunakan pengembang untuk membuat aplikasi mereka terlihat lebih menarik di Play Store,” kata Google seperti dikutip dari blog resmi, Jumat, (7/5/2021).

Menurut Google, pengembang kini tidak akan diperbolehkan menggunakan judul dengan huruf besar semua, kecuali memang nama brand, dan nama aplikasi tidak boleh menggunakan emoji. Judul aplikasi juga dibatasi menjadi 30 karakter dan pengembang tidak boleh ‘memberi insentif untuk menginstal’ aplikasi dengan memasukkan frasa seperti ‘download sekarang’.

“Melakukan promosi dengan menampilkan banner ‘Sale’ di ikon aplikasi juga dilarang. Detail tentang perubahan ini akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan,” tegasnya.

Dijelaskan, kebijakan dan panduan baru ini
merupakan pengumuman awal yang dirancang untuk membantu pengembang merencanakan perubahan pada aplikasinya yang belum sesuai aturan. Tapi, jika nanti kebijakan ini diterapkan, aplikasi yang melanggar kebijakan ini akan ditendang dari Play Store.

“Kami juga menerapkan panduan baru untuk preview aplikasi di Play Store yang akan diterapkan pada paruh kedua tahun ini. Panduan baru ini meminta pengembang aplikasi menggunakan grafis, video, dan deskripsi pendek yang menjelaskan aplikasi dan game secara akurat, menyediakan informasi yang cukup untuk pengguna, tidak menggunakan kata seperti ‘gratis’ atau ‘terbaik’ dan dilokalkan secara tepat,” tutup Google. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button