Anies Pastikan Posko Siaga 24 Jam

JagatBisnis.com – Dalam merambah era darurat kenaikan laju permasalahan aktif COVID- 19, Pemprov DKI Jakarta kembali mengoptimalkan kedudukan posko Pemberlakuan Pemisahan Kegiatan Warga( PPKM) Mikro( Sebelumnya posko PSBB), yang terhambur di 267 Kelurahan.

Posko- posko itu digunakan sebagai tempat monitoring supaya pendeteksian keterpaparan masyarakat di masing- masing RT atau RW lebih mudah ditanggulangi.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama jajarannya melakukan inspeksi kepada sebagian titik posko itu, untuk membenarkan amatan situasi masyarakat setempat berjalan dengan berdaya guna. Di antara lain merupakan posko PPKM di Kelurahan Asli Pulo, dan Kota Bambu Selatan, di Jakarta Barat, dan di Kelurahan Batu Ampar, dan Balekambang, di Jakarta Timur.

” Tadi awal kita melakukan inspeksi atas posko- posko PPKM. Jadi di setiap Kelurahan terdapat posko yang terpelihara selama 24 jam, terdiri dari 4, faktor kesehatan, faktor wilayah ialah Lurah lalu faktor Babinsa dari Tentara Nasional Indonesia(TNI) dan faktor Bhabinkamtibmas. Di posko itu terdapat informasi terkait dengan situasi wabah di wilayahnya. Siapa, rumah mana yang terhampar, keluarga terhampar keadaannya semacam apa, siapa yang dirawat, bahkan, terdapat pula informasi kemajuan vaksinasi di posko ini. Kita melakukan pengaturan PPKM mikro setelah itu terdapat pengawasan untuk masing- masing RW atau RT, yang di situ pula terdapat di balai- balai RW, itu poskonya,” ucap Gubernur Anies.

Gubernur Anies menjelaskan kalau masyarakat dapat menggunakan posko PPKM Mikro di masing- masing kelurahan, sebagai media penyambung seluruh informasi terkait endemi COVID- 19, semacam dorongan obat- obatan dan vaksinasi. Tidak hanya itu, kedudukan posko itu pula sebagai pengolah informasi untuk masyarakat terhampar termasuk yang memiliki gejala, ataupun tanpa gejala.

” Lalu bila terdapat yang pengasingan mandiri, hingga posko akan menolong kebutuhan dari mulai obat hingga pangan, di posko pula terdapat daftarnya, status obatnya. Jadi harapannya di tingkatan mikro terdapat area yang lumayan untuk mereka yang terhampar terdapat reaksi yang kilat. Terdapat sokongan dari warga dan penguasa untuk masyarakat yang keluarganya pengasingan, dan terdapat dimensi pencapaian vaksinasi sekalian aktivasi masyarakat untuk penderita vaksinasi,” jelas Gubernur Anies.

Setelah menginspeksi sebagian posko PPKM Mikro di masing- masing kelurahan, Gubernur Anies pula melakukan inspeksi atas kamp gawat yang dipasang di laman RSUD Kramat Asli, Jakarta Timur. Perihal ini dilakukan sebagai reaksi atas kondisi gawat karena energi muat yang sudah penuh oleh penderita COVID- 19.

” RSUD ini udah penuh, bahkan lobinya itu saat ini sudah jadi tempat jaga bermalam. Saat ini sudah tidak lumayan tempatnya, tetapi penderita masih berdatangan. Hingga kita siapkan kamp semacam ini di masing- masing RSUD kepunyaan DKI Jakarta untuk menampung mereka yang menginginkan,” imbuh Gubernur Anies.

Sementara itu, Gubernur Anies lalu mengimbau dan memberikan catatan pada semua warga supaya lalu menaati aturan kesehatan, paling utama pada era darurat dampak endemi ini. Masyarakat di Bunda Kota dimohon untuk tetap piket situasi kesehatannya, dan senantiasa menegaskan keluarga dan orang terdekat supaya dapat menghindari resiko keterpaparan.

” Jadi catatan aku pada seluruhnya, ayo kita bersama piket karena penjangkitan COVID- 19 itu tidak cuma terjadi di ruang khalayak, tetapi terjadi di ruang- ruang eksklusif. Di saat kita rapat, di saat kita makan bersama, di saat kita kumpul- kumpul, seperti itu kemampuan penularannya banyak dari ruang- ruang eksklusif, karena tidak mungkin diawasi oleh tim satgas ataupun penguasa,” pungkasnya.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button