BNPT Ungkap Tak Semua Napi Terorisme Ikut Deradikalisasi

JagatBisnis.com –  Di Indonesia terdapat 1.290 narapidana terorisme. Dari jumlah itu, sebanyak 8 persen tidak bersedia ikut program deradikalisasi. Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan memperketat pengawasan dan lebih meningkatkan kerja sama serta monitoring eks narapidana terorisme bersama aparatur pemerintah daerah, Forkopimda hingga tokoh masyarakat.

Baca Juga :   BNPT Siap Rehabilitasi Siswa Sekolah Terafiliasi Khilafatul Muslimin

“Agus Sujarno alias Agus Muslim yang melakukan bom bunuh diri Polsek Astana Anyar, Bandung, termasuk salah satunya yang menolak program deradikalisasi,” kata Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar saat mengunjungi keluarga Aipda Sofyan Didu di Bandung, Kamis (8/12/2022).

Boy Rafli menegaskan, untuk meminimalisasi ancaman bom, pihaknya akan memperketat pengawasan pada eks napiter, terutama yang menolak program deradikalisasi. Unruk itu, seluruh masyarakat diminta bersama-sama mencegah radikalisme dan terorisme. Karena propaganda kelompok teror berkembang sangat cepat.

Baca Juga :   BNPT Minta Maaf Soal Data 198 Pesantren Terafiliasi Teroris

“Propaganda kelompok teroris berlangsung cepat separti layaknya virus yang sangat berbahaya. Makanya upaya pencegahan, penangkalan, tentu perlu melibatkan semua pihak,” terangnya. (*/esa)