GAPMMI Prediksi Tahun Depan Makanan dan Minuman Naik 5-7 Persen

Ilustrasi Foto: Liputan6.com

JagatBisnis.com Gabungan Pengusaha Makanan serta Minuman Seluruh Indonesia( GAPMMI) memandang konflik geopolitik bumi yang belum mendukung akan berakibat pada harga produk makanan serta minuman di Indonesia.

Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman berspekulasi kenaikan itu berkisar di 5- 7 persen. Adhi berkata tipe makanan serta minuman yang akan naik itu paling utama yang berbahan dasar biji- bijian, di sisi pula terdapatnya harga energi akan bertambah ikut mempengaruhi harga itu.

” Karena kemarin kenaikan BBM kita hampir tidak naik harga. Kita akan reviu akhir tahun ini atau awal tahun depan, kemungkinan perkiraan saya akan naik sekitar 5- 7 persen harga produk jadi,” tutur Adhi pada awak media dikala ditemui di ICE BSD Tangerang, Rabu( 19/ 10).

Baca Juga :   Kenali Produk Makanan yang Lebih Sehat dan Mengandung Pewarna Alami dengan Membaca Label Pada Kemasan

Biarpun harga diprediksi meningkat, Adhi berkata dari segi pasokan bahan pangan di Indonesia baginya tidak akan terdapat permasalahan. Alasannya Indonesia memiliki banyak mitra dagang yang bisa menyediakan materi pangan ke dalam negeri.

Baca Juga :   Shin Tae-yong: Makanan Pemain Timnas U-19 Kurang Baik

” Tapi masalahnya memang harga, saya perkirakan harga tahun depan akan meningkat. Karena sekarang ini geopolitik belum tentu, perang masih ada. Otomatis, pertanian, pupuk, energi, segala macam akan terganggu,” tutur ia.

Bagi Adhi, Indonesia mempunyai ikatan mitra dagang yang bagus dengan negara- negara lain. Ia memeragakan kala cadangan gandum tersendat dari Ukraina, ataupun kala India mencegah ekspor gandum, Indonesia sedang dapat memperoleh cadangan gandum dari Australia, Brasil, Argentina sampai Amerika.

Baca Juga :   Shin Tae-yong: Makanan Pemain Timnas U-19 Kurang Baik

” Cuma harganya memang tinggi,” imbuhnya.

Ia pula menyorot gimana akibat kemampuan konflik Cina dengan Taiwan ke Indonesia. Ia menarangkan kalau akibatnya telah dialami Indonesia kala cadangan bahan dasar dari Cina sempat terhambat.

” Bahan baku untuk bahan makanan seperti asam nitrat, segala macam itu terganggu sedikit. Bijian hortikultura seperti cabai, bawang, dan lain- lain itu sedikit terganggu. Tapi untungnya enggak berlangsung lama. Ini yang kita lihat masih bisa dikendalikan,” ucapnya. (tia)