Ahli Wabah Sebut Kita Belum Perlu Vaksin Corona Khusus Omicron

JagatBisnis.com – Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menyatakan saat ini kita tidak perlu adanya vaksin khusus COVID-19 varian Omicron. Hal ini diperkuat sebuah riset dengan kesimpulan vaksin khusus Omicron tidak akan memberikan kekebalan atau kekuatan seseorang terinfeksi virus ini.

“Riset awal menunjukkan saat ini kita belum perlu vaksin khusus Omicron,” tulis Dicky di unggahan instagramnya, dikutip Minggu (6/2).
Dalam riset tersebut, memang varian Omicron mudah menular dan bermutasi. Namun hal ini dapat ditekan hanya dengan vaksinasi yang sudah diberikan selama ini.

Sebab, vaksin 2 dosis yang dianjurkan selama ini mampu menetralisir antibodi seseorang. Dicky juga mengungkapkan vaksin 2 dosis yang diberikan selama ini cukup efektif dalam penanganan penularan Omicron.

Baca Juga :   Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Omicron

“Sars-Cov-2 Omicron sangat mudah menular dan memiliki resistensi substansial terhadap netralisasi antibodi setelah imunisasi dengan vaksin 2 dosis yang cocok dengan lonjakan,” tulis dalam riset tersebut.

Baca Juga :   Empat Bulan Terakhir, Kasus COVID-19 di Jepang Catat Rekor

“Vaksin dua dosis yang ada saat ini efektif terhadap Omicron,” kata Dicky.Kemudian, kata dia, untuk vaksin booster sendiri diperlukan jika seseorang telah melewati jangka waktu 41 minggu atau 6 bulan setelah mendapatkan vaksin kedua.

Baca Juga :   Rusia Umumkan Kasus Perdana COVID-19 Varian Omicron

“Booster diperlukan bagi yang telah lewati 5 bulan pascasuntikan kedua,” ujarnya.

“Di sini, primata bukan manusia yang menerima mRNA-1273 pada minggu ke 0 dan 4 dikuatkan pada minggu ke 41 dengan mRNA-1273 atau mRNA omicron,” ungkap riset.(pia)