Wujudkan Indonesia Bebas Polio, PMI Ajak IFRC dan USAID Bekerjasama

JagatBisnis.com – Palang Merah Indonesia (PMI) memberi dukungan pada program pemerintah Indonesia dalam mengeradikasi polio. Untuk itu PMI bekerjasama dengan Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk mewujudkan Indonesia bebas polio.

“Kami akan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan akses masyarakat melalui program dan layanan imunisasi polio,” kata Ketua Bidang Kesehatan & Sosial PMI Pusat, Fachmi Idris dalam Peluncuran Program Kesiapsiagaan Polio secara resmi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (4/11/2021).

Berita Terkait

Dia menjelaskan, untuk mewujudkan Indonesia bebas polio, pihaknya juga akan mendorong peningkatan permintaan vaksinasi serta mengurangi penolakan terhadap vaksin di masyarakat. Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan pelacakan (surveillans) untuk kasus Lumpuh Layu Akut (Acute flaccid paralysis).

“Fokus pelaksanaan akan menargetkan daerah berisiko tinggi dan memiliki cakupan rendah terhadap program imunisasi polio di 5 provinsi, yaitu Aceh, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat,” bebernya.

Menurut dia, pihaknya akan menggunakan pendekatan pemberdayaan kesehatan masyarakat dan pengurangan risiko bencana serta krisis kesehatan. Karena berbagai upaya telah dilakukan untuk mendukung Indonesia agar imunisasi dasar menjangkau seluruh anak, baik melalui Program Imunisasi Nasional, Campak Rubella, maupun program lainnya.

“Penting sekali untuk mendukung upaya pemerintah dalam memberi akses kepada seluruh anak Indonesia agar tehindar dari polio, campak, dan rubella melalui Program Imunisasi Nasional,” imbuhnya.

Dia mengaku, PMI merupakan garda terdepan dalam upaya eradikasi polio di Indonesia. Sehingga perlu untuk fokus pada kegiatan deteksi awal, pencegahan, dan peningkatan kapasitas sumber daya agar mampu melindungi anak-anak di Indonesia dari virus polio.

“Sebanyak 1.000 relawan Palang Merah di wilayah tersebut akan menerima pelatihan agar mampu mendukung Pemerintah Indonesia menggenjot program imunisasi polio,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Delegasi IFRC, Jan Gelfand menambahkan, Asia Tenggara secara resmi telah terbebas dari polio sekitar tujuh tahun yang lalu, tetapi ia meyakini terdapat potensi bermunculan kembali. Tantangan di tengah pandemi ini memerlukan adanya peningkatan upaya untuk melindungi setiap anak di Indonesia terhadap imunisasi dasar.

“Pandemi tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat khususnya semua anak-anak Indonesia untuk mendapatkan akses imunisasi dasar, khususnya polio. Dukungan kepada PMI sangatlah penting untuk mencegah kemunculan kembali virus ini,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ryan Washburn, Mission Director USAID Indonesia mengapresiasi Indonesia yang telah berhasil mengembangkan integrasi dan koordinasi antar lembaga untuk menyukseskan eradikasi polio.

“Kami gembira dapat bekerja sama dengan Indonesia dan organisasi itu untuk memberantas polio dan memastikan vaksin polio menjangkau setiap anak di Indonesia, tanpa kecuali,” tutupnya. (ita/eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button