Tak Dapat Vaksin, Pengungsi Afghanistan di Bogor Surati PBB

JagatBisnis.com – Pemerintah Indonesia tengah beruntun melakukan vaksinasi nasional untuk mengatasi endemi COVID- 19. Tidak hanya itu, aktivitas warga dibatasi untuk mengurangi resiko penjangkitan, dengan mempraktikkan Pemberlakuan Pemisahan Kegiatan Warga (PPKM).

Pemisahan aktivitas pula dilakukan komunitas imigran asal Afghanistan di Bogor, Jawa Barat. Mereka pula berjuang untuk mendapatkan vaksinasi dengan menyurati PBB.

Semacam yang dilakukan oleh Cisarua Refugee Learning Centre( CRLC), barak pengungsian masyarakat Afghanistan di Desa Ciburial, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Untuk imigran yang mengungsi di situ, dari endemi mereka menghalangi kegiatan.“ Kita mempraktikkan pengasingan mandiri untuk seluruh komunitas pengungsi,” tutur Zia Gul Noori, salah satu guru di CRLC pada Minggu, 22 Agustus 2021.

Zia membenarkan kalau para pengungsi di mari dilarang pergi barak pengungsian untuk mengestimasi terhampar dari COVID- 19. Tetapi pemisahan itu membuat para pengungsi tekanan pikiran.

“ Tetapi para pengungsi jadi tekanan pikiran karena mereka seluruh di rumah saja, untungnya tidak hingga terkena COVID- 19,” ucapnya.

Zia mengatakan, endemi tidak cuma berat dialami oleh pengungsi asal Afghanistan. Pengungsi dari negeri lain juga merasakan perihal yang serupa.

Selama vaksinasi COVID- 19 digencarkan oleh rezim Indonesia, Zia mengatakan para pengungsi tidak mendapatkan vaksinasi. Tetapi perihal itu amat dipahami karena Indonesia lebih dahulu memprioritaskan masyarakatnya.

“ Belum. Sayangnya kita belum memperolehnya( dari rezim Indonesia). Bagi kita, karena warga Indonesia merupakan prioritas,” tuturnya.

Zia berterus terang walaupun tidak mendapatkan vaksin dari Penguasa Indonesia, tetapi CRLC sudah berusaha meminta vaksinasi dari PPB. Tetapi hingga hari ini belum menemukan balasan.

“ Kita terkini saja mengirim pesan ke PBB meminta mereka untuk memvaksinasi para pengungsi tetapi belum terdapat asumsi,” tuturnya.

Tidak hanya pengasingan di barak pengungsian, para imigran diharuskan mempraktikkan aturan kesehatan dengan menggunakan masker jika terdapat kebutuhan untuk pergi rumah.(pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button