SUTET Pemalang-Mandirancan Senilai Rp1,7 Triliun Selesai

JagatBisnis.com – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN telah merampungkan proyek strategis nasional (PSN) dengan nilai investasi Rp1,7 triliun di Jawa Tengah. PSN itu adalah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Pemalang-Mandirancan berkapasitas 500 kilo Volt (kV). Aliran listrik itu menyalurkan 4.000 MW dari Jawa Tengah ke Jawa bagian barat.

Direktur Mega Proyek dan EBT PLN, Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, beroperasinya proyek SUTET Batang-Mandirancan ini akan mendukung peningkatan keandalan listrik di jalur utara Pulau Jawa. SUTET itu mengevakuasi daya dari 2 PLTU, yaitu PLTU Batang dan PLTU Jawa 4.

“Kami berharap dengan listrik yang semakin andal ini akan membuka peluang baru untuk pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah pasca pandemi Covid-19,” kata dalam keterangan tertulis, Senin (15/11/2021).

Menurutnya, proses pemberian tegangan atau energize SUTET Pemalang-Mandirancan berkapasitas 500 kilo Volt (kV) telah dilakukan pada Senin (8/11/2021), pukul 20.52 WIB untuk sirkit 1. Dilanjutkan, pada Selasa (9/11/2021), pukul 16.48 WIB untuk sirkit 2.

“Infrastruktur ketenagalistrikan baru ini akan menyalurkan listrik dari PLTU Batang berkapasitas 2×1.000 Mega Watt (MW) dan PLTU Jawa 4 berkapasitas 2×1.000 MW di Jepara. Proyek SUTET Pemalang-Mandirancan akan melengkapi backbone 500 kV jalur utara pulau Jawa SUTET Tanjung Jati B – Pemalang yang sudah beroperasi sejak Juni 2021 lalu,” paparnya.

Dia menjelaskan, proyek yang dikerjakan dengan melibatkan tenaga kerja lokal hingga 1.500 orang per bulan ini terdapat 396 tapak tower. SUTET 500 kV Pemalang-Mandirancan membentang sepanjang 337,842 kilo meter sirkuit (kms). SUTET itu akan menyalurkan listrik dari GITET 500 kV Pemalang di Desa Simbangjati, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, sampai dengan GITET Mandirancan di Desa Pancalang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

“Dalam membangun proyek ini, kami juga memanfaatkan penggunaan barang maupun jasa domestik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 61,91 persen. Hal ini sesuai dengan komitmen kami untuk terus meningkatkan pemakaian produk dalam negeri di berbagai proyek kelistrikan demi memacu pertumbuhan industri dan perekonomian nasional,” tutup Wiluyo. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button