Stok Masih Cukup, Melani Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Petani Indonesia dan Tidak Impor Beras

JagatBisnis.com –  Anggota Komisi VI DPR RI Melani Leimena Suharli berharap kepada pemerintah Indonesia, agar tak melakukan kembali impor beras ke tanah air. Menurutnya, rencana impor beras yang belakangan ini ingin dilakukan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag), justru akan membuat sedih para petani di Indonesia.

Politikus Partai Demokrat ini menjelaskan, stok beras di Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) pada dasarnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia.

Wanita berlatarbelakang pengusaha ini menilai, berdasarkan data dari Kementerian Pertanian (Kementan) per-Januari hingga April 2021, menunjukkan bahwa akan ada produksi padi sebesar 14,54 juta ton.

“Tentunya dari data yang disajikan Kementan tidak menandakan adanya krisis pangan, khususnya beras sampai menjelang Mei atau menjelang bulan Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri,” ujar Melani saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (3/4/2021).

Ramainya perbincangan tentang persoalan impor beras sebanyak satu juta ton yang baru-baru ini mengemuka. Melani memaparkan, Bulog pada dasarnya masih memiliki sisa stok sekitar satu juta ton beras yang belum terserap.

“Karena pada tahun 2018 impor beras telah dilakukan mencapai 2,25 juta ton. Baru terserap oleh Bulog sebanyak 1,75 juta ton. Jadi pada kenyataannya, bahwa stok beras pada Bulog itu untuk seluruh masyarakat di Indonesia masih aman,” ungkap Melani.

“Bahkan, Bulog sendiri harus kita apresiasi lantaran berencana melakukan ekspor ke Arab Saudi. Jadi kalau bisa, kita harus menyudahi melakukan impor beras dan kebutuhan pangan lainnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Melani juga mempertanyakan hal apa yang menyebabkan hingga terjadinya pengambilan keputusan impor beras, pada rapat terbatas antar pejabat pemerintah pusat di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian.

“Karena krisis pangan yang berujung pada inflasi atau kenaikan, jika berhubungan dengan sumber pangan yang ada di Indonesia hanya empat jenis pangan saja sebenarnya yang akan berpotensi mengalami kenaikan. Yang pertama adalah kedelai, kedua adalah daging, ketiga adalah gula dan keempat bawang putih. Karena memang sampai dengan saat ini Kementan belum mampu bisa memenuhi sumber pangan tersebut untuk kebutuhan rakyat Indonesia,” papar Melani.

Oleh sebab itu, Melani mengaku sedih jika sampai terjadi impor beras secara besar-besaran oleh pemerintah. Alasannya, ungkap Melani , kebijakan tersebut malah membuat gaduh, juga membuat resah dan gelisah jutaan petani Indonesia.

“Intinya saya menginginkan pemerintah berdikari (berdiri di kaki sendiri) untuk memenuhi kebutuhan pangan, khususnya beras. Kita harus sadari, jika melakukan impor beras itu sangat merugikan petani. Apalagi mereka sedang menghadapi panen raya. Kebijakan impor beras juga merupakan cerminan bahwa kerja keras petani selama ini tidak dihargai sama sekali. Padahal petani adalah tulang punggung atas berbagai proses jalanya pembangunan pertanian nasional,” tandas Melani.(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button