Pemalsuan PCR, Bahayakan Masyarakat

JagatBisnis.com – Maraknya kasus pemalsuan dokumen swab PCR, sangat meresahkan masyarakat. Karenw tindakan itu membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat, baik individu yang bersangkutan maupun orang di sekitar yang berkontak.

Oleh sebab itu Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat atau pihak-pihak tertentu untuk tidak melakukan pemalsuan tes PCR. Tujuannya , agar upaya pengendalian pandemi Covid-19 di Tanah Air berjalan dengan baik.

“Kami mohon kepada setiap pihak, jangan mencoba untuk melakukan pemalsuan atau pelanggaran. Karena itu akan membahayakan keselamatan dan kesehatan dari masyarakat yang sedang bepergian,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Minggu (24/10/2021).

Menurutnya, aparat keamanan tak perlu ragu menindaktegas pihak-pihak terkait pemalsuan tes PCR. Untuk itu, aparat harus berani untuk menegakkan peraturan sesuai dengan hukum yang ada, agar tidak terjadi pelanggaran (pemalsuan tes PCR).

“Di dalam penanganan pandemi di berbagai negara, termasuk di Indonesia, kita perlu kerja sama yang baik antara pemerintah, pemerintah daerah dan juga masyarakat. Upaya-upaya untuk melakukan pemalsuan testing dalam rangka skrining itu tentunya akan membahayakan masyarakat sendiri,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk meminimalisir pemalsuan dokumen PCR, penerapan digitalisasi terus dilakukan pemerintah. Apalagi kesiapan infrastruktur pada masing-masing daerah berbeda. Dalam rangka pelaksanaan digitalisasi dokumen PCR ini bertujuan meningkatkan kecepatan pemeriksaan. Sehingga betul-betul lancar perjalanannya.

“Sayangnya, belum seluruh daerah di Indonesia memiliki kapasitas yang sama. Karena (wilayah) Indonesia yang besar. Walau begitu, kami berusaha keras untuk membantu penyiapan infrastruktur dan kesiapan personil di daerah. Padahal, proses kesiapan penggunaan teknologi skrining dengan digitalisasi juga untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga kesehatan di masyarakat,” pungkasnya. (*/esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button