Millennial Peacemaker Festival, Ajak Pemuda Indonesia Peduli Palestina

jagatBisnis.com — Permasalahan Palestina, bukan hanya milik rakyat Palestina. Masalah Palestina adalah isu kemanusiaan sehingga keterlibatan generasi millennial yang menjadi mayoritas penduduk di dunia sangat dibutuhkan. Untuk meningkatkan kepedulian pemuda Indonesia terhadap kondisi Palestina saat ini, Adara Relief International (Adara) mendukung acara Millennial Peacemaker Festival (MPF). Acara yang diadakan oleh 7 komunitas pemuda pecinta Palestina di Indonesia ini  digelar secara virtual, pada akhir pekan lalu.

Pada talkshow bertema “Aku Bisa Apa?”, perwakilan dari 7 komunitas mengajak pemuda Indonesia untuk memanfaatkan potensi diri secara optimal guna membantu rakyat Palestina. Para peserta dapat berkontribusi untuk Palestina melalui karya.

Berita Terkait

“Lakukan hal kecil untuk Palestina setiap hari. Bagikan apa pun tentang Palestina di sosial media yang kamu miliki. Tidak melulu mengenai politik, tapi bisa juga tentang tariannya, makanannya, agar orang lain terbiasa tentang Palestina,” jelas Amer Zahr, komedian keturunan Arab-Palestina yang tinggal di Amerika Serikat dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (03/12/2020).

Sementara itu, komika asal Indonesia, Abdur Arsyad mengungkapkan isu kemanusiaan di Palestina dan mengajak pemuda Indonesia untuk terus berjuang dan mengkampanyekan kemerdekaa. Palestina. Apalagi, Indonesia memiliki sejarah panjang dengan Palestina. Jadi, dengan umat Muslimnya terbanyak di dunia, Maka Indonesia harus bisa bantu Palestina.

“Sebagai negara muslim terbesar di dunia, maka sangat wajar kalau kita melakukan tindakan konkret terhadap Palestina. Selain itu, Palestina memiliki jasa besar terhadap kemerdekaan Indonesia. Karena Palestina merupakan negara Islam pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia saat masih dijajah tentara Jepang,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, musisi Dodi Hidayatullah, menyatakan, pemuda Indonesia tidak perlu takut menyuarakan kebaikan tentang Palestina. Adanya media sosial bisa dijadikan sebagai wasilah untuk kebaikan. Oleh sebab itu, saat sebagian besar pemuda berkumpul di berbagai platform media sosial. Maka, dakwah dan isu-isu positif harus disebarkan.

“Pembuat konten di Indonesia jumlahnya banyak, namun kita masih bergerak sendiri-sendiri. Kaum millennial harus berkontribusi positif dengan caranya dan jangan kaku. Hal ini untuk menghalau pemahaman-pemahaman yang keliru soal kepalestinaan. Misalnya, konten humanis bisa digambarkan dalam komik mengenai Palestina, bisa menjadi salah satu edukasi yang menarik bagi para millennial,” tutupnya. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button