Begini Cara Militer Myanmar Kacaukan Internet Saat Lakukan Kudeta

JagatBisnis.com – Pemisahan internet dikabarkan pada hari Selasa (2/2/2021) jam 03: 00 durasi setempat.

Konektivitas internet telah turun sampai 50? ri tingkatan wajar pada jam 08: 00 durasi setempat, kala masyarakat bangun dari tidurnya dan mengawali hari dengan informasi tentang pengambilalihan kewenangan oleh tentara.

” Angkatan memutuskan Televisi dan radio alat penguasa, saluran telepon lokal dan internet dinonaktifkan di semua negara,” catat reporter Reuters Burma, Wa Lone, di akun Twitternya.

Informasi dari layanan kontrol internet, Netblocks, membuktikan kendala pada operator jaringan, termasuk Myanma Post and Telecommunications (MPT) yang dipunyai penguasa dan operator global Telenor.

Netblocks mengatakan temuannya membuktikan” metode kendala yang diatur dengan cara terkonsentrasi… bertumbuh dari durasi ke durasi sesuai disiplin operator”.

Pada tengah hari, konektivitas internet telah kembali ke 75% aktivitas wajar.

Pemisahan yang beragam di sejumlah wilayah

Pemisahan koneksi internet di sebagian bagian Myanmar lebih kencang dibanding yang lain.

IP Observatory, lembaga yang melacak konektivitas internet di semua bumi dan berplatform di Monash University, Australia, menemukan kalau sebagian kawasan mengalami kendala internet yang parah.

Wilayah Magway melaporkan luang tidak terdapat konektivitas internet serupa sekali.

Sementara Yangon, yang ialah kota terbesar di negeri itu, mengalami penyusutan koneksi internet sampai sekitar 50% dibanding durasi wajar.

Menghalangi internet di kota- kota besar mungkin akan lebih susah, karena pengguna memiliki akses lebih banyak ke beragam fasilitator layanan internet yang mungkin mempraktikkan pemisahan pada keseriusan dan durasi yang berlainan.

Sejarah kendala internet di Myanmar

Penguasa Myanmar sebelumnya telah melakukan pemisahan internet, paling utama di negeri bagian Rakhine dan Cina. Di 2 posisi itu, tentara Myanmar diucap melakukan represi kepada etnik minoritas Rohingya.

Ratusan ribu anggota etnik Rohingya saat ini terpaksa mengungsi di negeri orang sebelah Bangladesh.

Artikel 77 Undang- Undang Telekomunikasi Myanmar, yang disahkan pada 2013, digunakan oleh penguasa untuk memutuskan telekomunikasi selama kondisi gawat nasional. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button