Pertumbuhan Ekonomi 2022 Belum Berdampak Terhadap Kesejahteraan

Ketua Bidang Ekonomi DPP PKS Anis Byarwati

JagatBisnis.com –  Perjalanan tahun 2022 telah berakhir, beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca melandainya Covid-19 dan munculnya konflik geopolitik, sampai saat ini mampu melindungi kondisi fiskal yang relatif stabil. Selain itu, stabilitas ekonomi makro juga cukup sehat. Sayangnya, belum terlihat jelas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas dan daya saing SDM nasional.

Baca Juga :   Setahun Jokowi-Ma’ruf, Belum Mampu Sejahterakan Rakyat

Demikianlah dikatakan Ketua Bidang Ekonomi DPP PKS Anis Byarwati yang juga anggota Komisi XI DPR RI ini menyoroti kondisi Ekonomi Indonesia di 2022, dalam keterangan tertulis yang diterima dki Jakarta di Jakarta, Senin (2/1/2023).

Menurutnya, stabilitas fiskal dan ekonomi makro yang terjaga dengan baik, kurang mampu diimbangi oleh kinerja pemerintah secara sektoral, terutama sektor-sektor yang menghimpun banyak tenaga kerja, seperti pertanian, industri manufaktur dan perdagangan. Sehingga belum sepenuhnya berdampak terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :   Anis Byarwati: Dukung Peran Pers Sebagai Bagian dari Pilar Demokrasi

“Bahkan, terdapat kecenderungan terjadinya stagnasi dari peningkatan kualitas SDM, mulai dari kualitas pendidikan, kesehatan hingga daya saing. Sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat yang makin menjauh. Apalagi, tingkat pengangguran di Indonesia masih tinggi dan belum kembali ke posisi sebelum pandemi. Jadi, ke depan pekerjaan kita masih banyak,” pungkasnya. (eva)