Kepala BNPT: Terorisme Tak Boleh Terjadi Lagi

JagatBisnis.com-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar menegaskan agar terorisme tidak boleh lagi terjadi. Peristiwa yang terjadi pada 5 Agustus 2003 silam tidak boleh terjadi lagi. Semua harus bergandeng tangan dalam melawan segala bentuk kekerasan. Karena peristiwa teroris tidak layak terjadi di NKRI dan seluruh dunia.

Demikianlah dikatakan Boy Rafli saat menghadiri peringatan 19 tahun bom JW Marriott pada Jumat (5/8/2022), seperti dikutip Minggu (7/8/2022).

Menurut Boy Rafli, tragedi bom JW Marriott menjadi pengingat akan bahaya dan ancaman terorisme. Dalam upaya pencegahan aksi terorisme dan ide-ide yang melatarbelakanginya, pihaknya bersama unsur pemerintah dan masyarakat melakukan kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi dan deradikalisasi.

Baca Juga :   BNPT Deteksi Masih Ada Jaringan Terorisme di Indonesia

“Kami juga telah menyelenggarakan forum yang mempertemukan antara korban/penyintas dengan mitra deradikalisasi yang menjadi katalisator pemulihan dan reintegrasi sosial kedua pihak. Bahkan, kami terus mempromosikan dan melakukan national resilience dari pengaruh ide teror berbasis kekerasan yang tidak bisa dilakukan secara parsial, harus dilakukan dengan cara komprehensif dengan pendekatan soft dan hard,” terangnya.

Baca Juga :   BNPT Minta Maaf Soal Data 198 Pesantren Terafiliasi Teroris

Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menambah, aksi teror seperti yang terjadi di JW Marriott tidak boleh terjadi lagi di Indonesia. Pemerintah secara serius menanggulangi terorisme dari hulu ke hilir dengan melibatkan unsur masyarakat.

Baca Juga :   Astaghfirullah, Forum Zakat Difitnah Danai Gerakan Terorisme

“Dalam menyikapi terorisme pemerintah tidak tinggal diam, pemerintah telah mengadopsi whole government untuk melawan terorisme dari hulu ke hilir, kita juga menggandeng masyarakat untuk berkolaborasi karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri melawan terorisme,” tutup Moeldoko. (*/esa)