BUMDes Harus Diperbesar Perannya untuk Kurangi Kemiskinan Ekstrem

JagatBisnis.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Desa Wisata merupakan ujung tombak dan andalan pemulihan ekonomi nasional (PEN) di daerah setelah pandemi Covid-19. Karena fokus pemerintah saat ini adalah percepatan PEN dan penanganan kemiskinan ekstrem di desa setelah pandemi Covid-19.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, salah satu upaya untuk membantu mempercepat ekonomi nasional di level pemerintah daerah dan desa adalah dengan cara menggerakkan BUMDesa dan BUMDes Bersama serta Desa Wisata.

“Saya berharap, BUMDesa, Desa Wisata, dapat memberikan kontribusi besar dalam penanganan kemiskinan ekstrem di Desa, sesuai dengan proporsinya,” katanya seperti keterangan tertulis, Senin (20/12/2021).

Baca Juga :   BPKP: Pengelolaan Keuangan Desa Masih Berantakan

Dia mengaku, kementeriannya terus mendorong pengembangan desa wisata di seluruh pelosok nusantara. Salah satunya melalui pemberian bantuan pengembangan desa wisata. Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi kerja sama maupun bantuan pemenuhan infrastruktur desa wisata.

Baca Juga :   BPKP: Pengelolaan Keuangan Desa Masih Berantakan

“Tahun 2021 ini, kami telah memberikan bantuan pengembangan objek wisata dan amenitas wisata di 158 desa di 94 kabupaten dari 28 provinsi. Di Jawa Timur, diantaranya diberikan di Kabupaten Magetan, Pacitan, Ponorogo dan Kabupaten Madiun,” ujarnya.

Menurut pemberiam bantuan ini sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa. Seperti di Kabupaten Madiun misalnya, pihaknya memberikan bantuan berupa Gazebo, toilet dan kios/kedai, untuk Desa Mendak Kecamatan Dagangan. Di Pacitan, bantuan pembangunan Homestay diberikan untuk Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku.

Baca Juga :   BPKP: Pengelolaan Keuangan Desa Masih Berantakan

“Diharapkan, bantuan tersebut mampu menjadi pengungkit bagi desa-desa untuk terus meningkatkan dan mengembangkan potensi wisatanya masing-masing. Selain itu, produk-produk unggulan desa dapat diserap pasar, baik melalui kegiatan wisata maupun non wisata. Sehingga akan terjadi pertumbuhan ekonomi di desa, dan kesejahteraan warga desa akan terwujud,” tutupnya. (*/esa)