Startup BukuWarung Mampu Tingkatkan Produktivitas Pelaku UMKM

JagatBisnis.com –  Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Walau di masa pandemic Covid-19, UMKM tetap memiliki kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) dari tahun ke tahun.

Selain itu, UMKM juga mampu menyerap lapangan pekerjaan lebih 90 persen dari total tenaga kerja. Sayangnya, para pelaku UMKM masih banyak yang kurang memahami sistem akutansi pembukuan keuangan. Sekalipun ada, pembukuan keuangan yang dimiliki oleh UMKM cenderung tidak tertata rapih bahkan terkesan berantakan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengatakan, sistem pembukuan keuangan yang tidak tertata pun berimbas kepada UMKM sulit mendapatkan pendanaan dari perbankan. Efeknya, modal yang terbatas akan membuat UMKM sulit untuk lebih berkembang. Sehingga UMKM sulit mendapatkan pembiayaan formal karena tidak memiliki aset untuk dijaminkan serta tidak adanya pencatatan laporan keuangan.

“Untuk itu, kini kami mengembangkan sebuah aplikasi yang disebut Laporan Akutansi Usaha Mikro (LAMIKRO), untuk membantu pelaku usaha mikro, membuat sistem laporan keuangan sederhana dan mudah digunakan. Sehingga kami bisa memberikan kemudahan pembiayaan bagi UMKM, yakni, Pembiayaan mudah dan murah,” kata Teten dalam Webinar dan Launching Riset INDEF x BukuWarung “Kontribusi UMKM terhadap Perekonomian: Studi Kasus BukuWarung, Kamis (18/11/2021).

Sementara itu, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda menjelaskan, penggunaan aplikasi BukuWarung telah berhasil meningkatkan produktivitas pelaku UMKM sehingga menambah output usaha sebesar Rp640 miliar, atau setara dengan PDB UMKM 0,01 persen. Karena BukuWarung turut berandil mengakselerasi output ekonomi nasional hingga Rp32,86 triliun, setara dengan PDB Nasional 0,27 persen. Selain itu, menambah nilai investasi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp2,32 triliun atau berkontribusi atas peningkatan investasi nasional sebesar 47,07persen.

“Dari studi yang kami lakukan memperlihatkan adanya perubahan pada aspek sosial. Adanya aktivitas BukuWarung membuat pendapatan pelaku usaha secara total mengalami kenaikan sejumlah Rp10,97 triliun dan mendorong penyerapan tenaga kerja sebanyak 368 ribu jiwa. Seiring dengan membaiknya situasi Covid-19 di Indonesia, output ekonomi nasional mengalami peningkatan hingga Rp138 triliun. Adanya penerapan teknologi yang ditawarkan BukuWarung, seperti pencatatan keuangan digital, semakin mengakselerasi output tersebut, bahkan mencapai Rp170 triliun,” beber Nailul.

Menurutnya, dampak output terbesar dirasakan oleh sektor jasa lainnya sebesar Rp8,8 triliun, sektor pertanian Rp6,9 triliun, sektor jasa konsultasi komputer dan teknologi informasi Rp6,8 triliun, sektor ketenagalistrikan Rp1,6 triliun, serta sektor perdagangan besar dan ritel Rp1,6 triliun. Sedangkan, pelaku UMKM yang terdaftar sebagai pengguna BukuWarung mendapatkan manfaat yang signifikan, seperti peningkatan produktivitas, pencatatan yang lebih terintegrasi dan lebih rapi, termasuk keuntungan atau kerugian dari bisnisnya, serta perluasan pangsa pasar.

“Peningkatan produktivitas berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha, penyerapan tenaga kerja, dan pengajuan kredit UMKM. Bahkan, dari aspek UMKM, aplikasi ini memberi manfaat terbesar pada pelaku usaha di bidang perdagangan eceran dan besar. Sehingga mampu menambah output UMKM sektor perdagangan sebesar Rp193 miliar, serta sektor penyedia jasa pembayaran listrik, gas, dan air (PPOB) yang mencapai Rp97,5 miliar,” tutup Nailul. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button