Saran Guru Besar FKUI Jika Terpapar COVID-19 Pasca Lebaran

JagatBisnis.com – Banyak ahli memperhitungkan lonjakan permasalahan COVID- 19 yang terjadi usai prei Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Karena, warga masih berupaya kembali ke desa laman ataupun berangkat ke ruang khalayak tanpa pedulikan aturan kesehatan.

Ucap saja, saat Ramadhan yang menerangi bersemangat warga untuk belanja di pusat perbelanjaan dengan tak mengindahkan konsumsi masker dan piket jarak. Terdapat pula, pemudik yang berkenan bergerombol untuk datang di desa laman.

Berita Terkait

Tak sedikit warga yang ikut berangkat ke tempat darmawisata dengan tanpa mengenakan masker. Guru Besar FK UI, Profesor. dokter. Soedjatmiko SpA( K) MSi, mengatakan kalau warga yang merasa sempat bergerombol, hendaknya segera cek uji COVID- 19

” Jika pemudik, segera cek swab antigen, PCR. Memberi tahu RT atau RW ataupun Satgas COVID- 19 untuk dipantau,” jelasnya, dalam kegiatan virtual sebagian durasi lalu.

Tidak hanya itu, warga dimohon karantina mandiri ketika mengidentifikasi gejala yang mungkin mencuat. Bila merasakan gejala, walaupun enteng, hendaknya segera cek.

” Jika terdapat ketat, berak air, meriang, segera berobat. Mudah- mudahan bukan COVID- 19 tetapi jika COVID, dapat segera diatasi karena masih gejala enteng dan tidak akan meninggal,” tuturnya.

Lalu, bila sudah terdapat gejala, apa tahap yang butuh dilakukan? Selanjutnya keterangannya.

1. Vitamin seimbang

Makan dengan jatah komplit melingkupi karbohidrat, protein, sayur dan mineral. Dengan vitamin balance, diharapkan energi kuat badan dapat bertambah.

” Jika sedang sakit jangan puasa syawal dahulu. Makan 3 kali, komplit terdapat nasi dan lauk. Lauk tidak harus elegan yang berarti terdapat protein hewani semacam ayam dan telor lalu protein nabati tempe ketahui. Ditambah buah sayur,” jelasnya.

2. Berjemur

Vit D dari mentari amat diperlukan badan sebagai pembina kekebalan. Untuk itu, sangai seperlunya di pagi hari supaya mendapatkan khasiat kesehatannya.

” Pagi hari jika luang gunakan pakaian pipih, kena cahaya mentari,” tuturnya.

3. Aktif

Bila bergejala enteng, dianjurkan tetap aktif beranjak tetapi tak berlebihan. Ucap saja, berjalan bebas di sekitar rumah ataupun bersepeda dengan keseriusan enteng.

” Jika dapat, jalur kaki di lingkungan, aksi badan hingga berkeringat akan tolong perkuat energi kuat,” paparnya.

4. Aturan kesehatan

Aturan kesehatan wajib dijalani walaupun 3 perihal di atas sudah dilakukan. Karena, aturan kesehatan bisa memproteksi virus yang rentan masuk ke dalam badan.

” Tetap tidak dapat kalahkan prokes. Itu cuma menambahkan prokes saja.( Ilustrasi) banyak atlet fresh fit dalam durasi pendek kena( COVID- 19) dan meninggal. Ingin yang segar ataupun rentan, gunakan prokes,” tegasnya.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button