Kementerian PUPR Mulai Bangun Rusun Keuskupan Larantuka di NTT

JagatBisnis.com –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan memulai pembangunan rumah susun (Rusun) Keuskupan Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rusun Keuskupan Larantuka ini nantinya akan dibangun secara Single Years Contract (SYC) Tahun 2021 yakni satu tower setinggi tiga lantai terdiri dari 44 unit hunian tipe 36 dengan total anggaran senilai Rp 20,72 Milyar.

“Pembangunan Rusun yang dilaksanakan Kementerian PUPR dilaksanakan secara merata untuk semua kalangan. Tak hanya untuk para santri di pondok pesnatren saja tapi juga untuk keuskupan sehingga hasil pembangunan pemerintah bisa dirasakan oleh semua pihak,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Khalawi, pembangunan Rusun Keuskupan Larantuka ini merupakan salah satu wujud dukungan Kementerian PUPR untuk para Romo dalam perannya membentuk generasi baru bangsa. Adapun penerima manfaat yakni para Imam Projo Yang Berkarya di Keuskupan Larantuka.

“Kita semua berupaya agar generasi muda Indonesia di masa depan bisa memahami akan arti penting tempat tinggal yang layak huni untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Yublina Dila Bunga menjelaskan, dimulainya pelaksanaan pembangunan Rusun Keuskupan Larantuka ditandai dengan Ground Breaking oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara II bersama Pemerintah daerah Flores Timur dan Penerima Manfaat yakni para Imam Projo Yang Berkarya di Keuskupan Larantuka.. Pelaksanaan Ground Breaking ditandai dengan penekanan sirine dan peletakan batu pertama oleh Kepala Balai P2P NT II, Yublina D. Bunga bersama Bupati Flores Timur; Antonius Hubertus Gede Hadjon di lokasi pembangunan yang berada di Kelurahan Sarotari RT12/RW 06, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu.

Tampak hadir dalam kegiatan Ground Breaking ini Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gede Hadjon, Anggota DPRD Flores Timur, Uskup Larantuka MRG. Fransiskus Kopong Kung, Kapolres Flores Timur; Komandan Kodim 1624 Flores Timur, PPK Rumah Susun dan Rumah Khusus, Thobias Ressie, Penerima manfaat yakni para Imam Projo Yang Berkarya di Keuskupan Larantuka dan para suster.

“Rusun Keuskupan Larantuka ini nantinya akan dibangun secara Single Years Contract (SYC) Tahun 2021 yakni satu tower setinggi tiga lantai terdiri dari 44 unit hunian tipe 36 lengkap dengan meubelair, termasuk Prasarana, Sarana, dan Utilitasnya (PSU). Total anggaran pembangunan senilai Rp 20,72 Milyar,” terangnya.

Sebagai informasi, Balai P2P NT II pada tanggal 15 Maret 2021 telah menandatandangani kontrak dengan PT Bumi Permata Kendari sebagai Kontraktor Pelaksana pembangunan Rusun senilai Rp. 18,5 Milyar dan PT Buana Rekayasa Adhigana sebagai Management Konstruksi senilai Rp. 1,052 Milyar. Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan kontrak meubelair Rusun UNIO atau Paguyuban Para Romo Projo bersama CV. Melati pada 21 April 2021 senilai Rp. 1.179 Milyar

UNIO adalah paguyuban untuk para imam projo yang berkarya di Keuskupan Larantuka. Paguyuban itu dimaksudKan untuk menjalin persaudaraan dan bertumbuh-kembang bersama melalui aneka program penguatan kapasitas untuk mencapai “kematangan” dalam 7 aspek yakni insani/kepribadian, rohani/spiritual, moral, intelektual, pastoral, kepemimpinan dan administrasi.

Ada Pedoman Rumah Tangga Unio yang jadi acuannya. Sejak lama UNIO Imam Projo Keuskupan Larantuka mengharapkan dan merencanakan pembanguman Rumah Bersama untuk tujuan akomodasi transit bagi para romo dari Paroki/Pulau, rumah istirahat bagi romo Sepuh/jompo, rumah pentemuan dan pembelajaran bersama.

Selain itu rumah UNIO bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya seperti pertemuan, Diklat, tamu, aneka kegiatan, samana Santa. Untuk maksud itu disepakati iuran rutin dan iuran pembangunan yang diwaiibkan kepada Anggota, meski jauh dari jumlah yang dibutuhkan untuk pembangunan. Karena itu, panitia kecil mengambil langkah untuk mengajukan proposal permohonan pernbangunan rumah susun kepada Kementerian PUPR pada akhir 2019. Permohonan itu kemudian direspon Kementerian melalui Nota Dinas Verifikasi pada Oktober 2020 oleh tim dari BP2PNTII – Kupag dan selanjutnya permohonan dan dokumen verifikasi diayatakan memenuhi syarat untuk diproses lebih lanjut.

Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gede Hadjon pada kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian PUPR, Balai P2P NT II, dan Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi NTT yang telah memfasilitasi pembangunan rumah susun keuskupan tersebut.

“Kami sangat berterimakasih atas bantuan Rusun ini dan diharapkan generasi muda di Kabupaten Flores Timur bisa lebih bersemangat dalam meningkatkan kualitas pendidikannya,” harapnya.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button