Apical Bersama Bupati Bogor Ajak Masyarakat Cintai Makanan Tradisional

JagatBisnis.com – Menyambut hari jadi Bogor ke-539, Apical Group, salah satu eksportir minyak kelapa sawit berkelanjutan kembali mendukung Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor melalui kegiatan “Gerakan Aku Cinta Makanan Tradisional Bahan Pangan Lokal”. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, digelar di Kebun Raya Cibinong, Jawa Barat, Kamis (27/5/2021).

“Kami merupakan bagian dari RGE Group Ikut mendukung pemda dalam mempromosikan kuliner tradisional diwujudkan melalui penciptaan resep  kuliner sehat dan inovatif berbasis kelapa sawit berkelanjutan penciptaan resep tersebut dengan memanfaatkan bahan pangan lokal seperti ubi, bengkuang dan talas,” Senior Manager IDEAS Apical, Fajar Marhaendra dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Dia menjelaskan, pihaknya menyiapkan 6 resep kuliner tradisional khas Kabupaten Bogor berbahan dasar pangan lokal. Seperti, chiffon ubi, pia kelereng, puff pastry bengkuang, puff pastry soto mie Bogor, roti ombak ubi, dan mendut Cibinong. Keenam makan tersebut diolah menjadi lebih modern. Sehingga memberi nilai tambah. Tapi dengan cita rasa khas Bogor yang tidak hilang.

“Resep makanan tersebut kami tampilkan secara langsung dalam demo masak. Dalam pembuatannya, tak lupa kami menggunakan bahan-bahan seperti margarin dan minyak goreng yang berbasis kelapa sawit berkelanjutan. Apalagi, dalam menciptakan keenam resep kuliner tradisional khas tersebut, kami menggunakan bahan sehat untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Diakui, pihaknya sangat peduli dengan keinginan konsumen terhadap produk pangan yang sehat. Karena dalam minyak sawit terdapat keseimbangan antara lemak jenuh dan lemak tidak jenuh, bebas kolesterol, dan mengandung asam lemak  esensial.

“Keunggulan lain dari minyak sawit untuk mengolah makanan yaitu dapat membuat tekstur yang halus dan lembut sehingga enak dirasakan di dalam mulut,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin menambahkan, salah satu strategi untuk mengajak generasi muda untuk mencintai kuliner tradisional yaitu dengan menghadirkan kuliner tradisional dengan inovasi dan olahan modern untuk mendukung komunitas pangan lokal dalam rangka pemulihan ekonomi daerah.

“Menjaga eksistensi kuliner tradisional  serta menempatkannya sejajar atau bahkan lebih tinggi dari kuliner asing akan memberi dampak positif bagi masyarakat. Pengenalan makanan tradisional kepada generasi muda juga penting untuk memperkuat identitas budaya lokal,” ucap Ade Yasin. (eva)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button