Pentingnya Konsep Ekonomi dan Keuangan Syariah dari Bl

JagatBisnis.com –  Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati mengapresiasi Bank Indonesia (BI) yang memiliki konsep terhadap isu ekonomi dan keuangan syariah. Sehingga dapat menempatkan ekonomi syariah sebagai hal yang penting. Hal tersebut Anis ungkapkan dalam rapat Komisi Xl DPR RI dengan Gubernur BI secara virtual, Senin (26/7/2021).

“Makanya, saya ingin mengajak BI sebagai salah satu stakeholder syariah di Indonesia, untuk menjaga iklim ekonomi, politik dan sosial agar kondusif untuk perkembangan ekonomi syariah khususnya perbankan syariah. Sehingga bank syariah bisa tumbuh berkembang dan menjadi salah satu alternatif sistem yang memberikan sumbangan signifikan terhadap perekonomian nasional,” kata Anis dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Pada kesempatan ini, Anis mengingatkan BI, OJK dan KNEKS untuk memastikan para pegawai pelaksana dan SDM yang ada di dalam perbankan syariah harus memahami tentang akad syariah dan operasional perbankan syariah. Sehingga dapat menjalankan prinsip-prinsipnya.

“Karena rentang kendali BI dengan para pelaksana perbankan, seperti OJK sangat jauh terhadap operasional bank syariah. Padahal operasional bank syariah sangat ditentukan oleh SDM pegawai pelaksana yang ada di bank syariah itu,” tegasnya.

Dia menerangkan, perpindahan SDM dari bank konvensional ke bank syariáh harus disertai dengan pelatihan dan pembekalan yang mumpuni. Sehingga SDM tersebut memiliki peningkatan kompetensi tentang prinsip-prinsip yang harus dijalankan dalam operasional bank syariah. Karena peningkatan kompetensi SDM akan meningkatkan kredibilitas bank Syariah di kancah ekonomi nasional.

“Oleh karena BI, OJK dan KNEKS agar mulai merubah sudut pandang dalam pengembangan ekosistem syariah, terutama perbankan syariah. Makanya, stakeholder ekonomi syariah tidak hanya melihat market share semata sehingga industri syariah tidak kehilangan ruh-nya. Bank syariah harus memperbesar market share lewat ekspansi pembiayaan yang lebih luas,” ungkapnya.

Anis berharap, fokus bank Syariah tidak selalu dominan pada akad murobahah. (akad jual beli), akan tetapi perlu dibuka lebih luas akad lainnya seperti mudharobah (permodalan dengan nisbah bagi hasil yang disepakati), dan musyarokah (penyertaan modal usaha) yang berbagi untung kepada perusahaan kecil.

“Karena pembiayaan kepada UMKM, sangat tidak signifikan dari bank syariah. Saya sangat peihatin melihat perkembangannya. Karena cita-cita menjadikan ekonomi syariah sebagai arus baru pertumbuhan ekonomi Indonesia, harus didukung oleh semua aspek termasuk oleh hal-hal yang nampak kecil, tetapi memiliki dampak yang sangat besar,” pungkasnya. (eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button