Politisi PKS: PT Airnav Harus Bisa Realisasikan Visi Menjadi Penyedia Jasa Navigasi Penerbangan Bertaraf Internasional

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati

JagatBisnis.comPeran Airnav Indonesia sangat vital untuk menjamin keselamatan penerbangan. Apalagi, Airnav memiliki visi untuk menjadi penyedia jasa navigasi penerbangan bertaraf internasional. Terkait dengan visi itu, anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyarankan agar PT Airnav memiliki data yang menunjukkan indikator capaian dari visi yang telah ditetapkan.

“Visi besar yang dimiliki PT Airnav tentu menjadi kebanggaan kita bersama, jika bisa dicapai. Oleh karenanya, PT Airnav perlu memiliki data terkait indikator capaian dari visi tersebut. Sehingga bisa terlihat, sudah sampai dimana perusaahaan dari visi tersebut,” kata Anis saat rapat dengar pendapat umum dengan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (PERUM LPPNPI) Airnav Indonesia di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/11/2022).

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini juga menyampaikan terkait dengan aktivitas PT Airnav. Dalam paparannya, LPPNPI menjelaskan, ada tiga aktivitas yang dilakukan yaitu aktivitas utama, aktivitas bisnis dan aktivitas pendukung. Menyoroti aktivitas bisnis yang berada diluar tugas utama LPPNPI, yang dilakukan dengan model seperti menyewakan bisnis layanan full terbang dan penyewaan aset ke pihak lain seperti penyewaan lahan BTS dan mesin ATM.

Baca Juga :   Istana Kirim Nama Calon Panglima TNI ke DPR Siang Ini

“Aktivitas bisnis PT Airnav yang diluar tugas utamanya, perlu dikelola dengan sebaik-baiknya. Agar kontribusi dari aktivitas bisnis ini terhadap pendapatan PT Airnav, bisa signifikan,” terang Anis.

Baca Juga :   Anggota DPR Diizinkan Vaksinasi Covid-19 Booster

Selain itu, Anis menyoroti tentang pendapatan PT Airnav yang sempat berjaya di tahun 2017, 2018 dan 2019. Kemudian menurun pada tahun 2020, 2021 dan 2022 karena hantaman pandemic Covid-19. Penurunan pendapatan ini disertai dengan kenaikan piutang pada tahun yang sama. Alokasi piutang yang justru naik disaat pendapatan menurun, harus dikelola dengan baik.

Baca Juga :   Kanwil Kemenkumham Sumsel Tandatanggani PKS dengan BSI

“Ketika pendapatan menurun, piutang semestinya bisa dikelola dengan baik agar tidak ikut melonjak. Alokasi piutang perlu di tinjau ulang agar penggunaannya bisa tepat sasaran dan efisien. Untuk itu, PT Airnav sebaiknya melakukan kajian untuk memprediksi laba rugi tahun 2023, dengan mempertimbangkan realisasi laba rugi yang mulai membaik di tahun 2022,” pungkas Anis. (eva)