Inilah Skema PTM Terbatas di Sekolah

JagatBisnis.com –  Proses belajar mengajar yang dilakukan dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring selama pandemi Covid-19, dinilai tidak efektif. Karena penutupan sekolah berdampak negatif. Pemerintah pun berencana membuka sekolah dan melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai Juli 2021 mendatang.

“PTM terbatas dilakukan setelah pendidik dan tenaga kependidikan divaksinasi. PTM juga dilakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Selasa (30/3/2021).

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaannya nanti, kondisi kelas diatur sedemikian rupa dengan kewajiban jaga jarak minimal 1,5 meter. Terkait implementasinya, orangtua atau wali murid berhak untuk memilih apakah anaknya ikut dalam PTM terbatas atau tetap melaksanakan PJJ.

“PTM terbatas dapat dikombinasikan dengan PJJ agar kesehatan dan keselamatan warga pendidikan dapat terus menjadi prioritas,” tambah Nadiem.

Terkait kapasitas kelas, lanjutnya, untuk SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI, dan program kesetaraan kapasitas maksimal 18 peserta didik per kelas. Kemudian untuk SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB, SMLB, dan MALB, maksimal 5 peserta didik per kelas. Lalu untuk PAUD maksimal 5 peserta didik per kelas.

“Sekolah juga dapat memanfaatkan ruang terbuka sebagai tempat PTM terbatas.
Jumlah hari dan waktu PTM terbatas dilaksanakan dengan pembagian rombongan belajar (shift). Siswa yang ikut PTM terbatas harus dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gejala Covid-19,”’paparnya.

Nadiem menambahkan, pada masa transisi dua bulan pertama PTM terbatas, kantin dan kegiatan olahraga maupun ekstrakurikuler tidak diperbolehkan dilakukan di lingkungan sekolah. Namun, para siswa tetap melakukan aktivitas olahraga di rumah untuk menjaga kesehatan dan memperkuat imunitas.
Jika masa transisi tersebut sudah terlewati, maka akan diperbolehkan dengan catatan tetap menjaga protokol kesehatan.

“PTM terbatas ini nantinya akan tetap dipantau instansi terkait. Jika ada yang terpapar Covid-19, para pemangku wajib melakukan penanganan kasus dan PTM terbatas bisa dihentikan sementara,” pungkasnya. (esa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button