Pemerintah Tambah Subsidi Pertalite 2,6 Juta KL

JagatBisnis.comPemerintah tahun ini melakukan penambahan subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sebesar 2,6 juta kiloliter (KL). Penambahan itu didasari atas permintaan konsumen. Karena kebutuhan Pertalite mengalami peningkatan.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebutkan, permintaan BBM jenis RON 90 itu mengalami peningkatan. Jika ada penambahan subsidi Pertalite, maka ada kekurangan stok untuk subsidi bahan bakar tersebut.

“Kalau ada penambahan itu, logikanya pasti ada kekurangan. Itu artinya, pemakaian Pertalite tinggi sehingga mengalami peningkatan,” kata Arya, Kamis (19/1/2023).

Baca Juga :   Tak Jadi Naik Pekan Depan, Kenaikan Harga BBM Subsidi Masih Terus Dikaji

Menurut dia, penambahan subsidi Pertalite tidak saja berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Namun juga terkesan kontradiktif dengan program percepatan pencapaian target bauran energi 23 persen 2025 yang tengah digalakkan pemerintah.

Baca Juga :   Pertamina: Pembeli LPG Subsidi 3 Kg, Cukup Tunjukan KTP

“Dalam program tersebut, pemerintah menekan penggunaan bahan bakar berbasis fosil dan memasifkan penggunaan listrik. Bahkan, kami optimistis bila pada 2025 Indonesia bisa menekan impor BBM sebesar 13 juta barel per tahun,” tegasnya.

Dia mengungkapkan , tentunya optimisme itu dibarengi dengan target penggunaan kendaraan listrik roda dua yang diperkirakan mencapai 6 juta unit pada 2025 mendatang. Target kendaraan listrik ini pun masuk dalam rangkaian program bauran energi nasional.

Baca Juga :   ESDM: Setelah Harga Pertalite Naik, Tapi Tetap Dibatasi

“Adapun program bauran energi nasional belum berjalan secara maksimal sehingga tidak berpengaruh ketika adanya penambahan subsidi Pertalite. Karena program ini belum berjalan maksimal. Maka, yang disubsidikan belum jalan, subsidi listrik misalnya. Sehingga diharapkan bisa menurunkan biaya,” tutup Arya. (*/eva)