Unilever Ajak Komunitas Sudah Dong, Rilis e-Booklet Anti Workplace Bullying

JagatBisnis.com – Memanfaatkan momentum Hari Tolerasi Internasional, Unilever Indonesia melanjutkan kolaborasi dengan komunitas anti-bullying Sudah Dong meluncurkan e-booklet bertajuk “Sadari, Kenali, Atasi Workplace Bullying”. Resmi diluncurkan secara virtual, Kamis (17/11/22), e-booklet tersebut dapat diakses secara gratis.

Head of Communication PT Unilever Indonesia, Tbk., Kristy Nelwan, mengatakan, melalui e-booklet ini, pihaknya ingin mendorong semangat dan komitmen masyarakat untuk memberikan fokus lebih. Selain itu, juga melakukan aksi nyata melawan workplace bullying, serta merangkul semakin banyak perusahaan untuk memiliki sistem, struktur, dan kepemimpinan yang berpihak pada anti-bullying.

“Sejalan dengan strategi ‘The Unilever Compass’, kami ingin terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan inklusif, termasuk dengan menerapkan prinsip zero tolerance untuk bullying di tempat kerja. Berpegang pada kode etik bernama Respect, Dignity & Fair Treatment (RDFT), kami menindak tegas perilaku menyinggung, mengintimidasi, atau menghina, termasuk segala bentuk pelecehan atau bullying,” tegasnya.

Baca Juga :   Stigma Wanita Berhijab Masih Jadi Penghalang Beraktifitas

Kristy memaparkan, tindak lanjut dan aksi untuk menghentikan budaya yang sangat toxic ini menjadi semakin penting. Karena lapangan kerja akan didominasi milenial dan Gen-Z sebagai populasi terbesar di Indonesia. Sehingga punya kriteria tersendiri dalam memilih tempat kerja.

Baca Juga :   Kaldu Jamur dan Sayuran Bisa Jadi Bumbu Masak Andalan

“kebanyakan milenial dan Gen-Z di posisi senior memilih untuk menolak pekerjaan di lingkungan yang bertentangan dengan kode etik yang mereka pegang. Selain itu, Gen-Z dan milenial adalah generasi yang sangat mementingkan mental health di tempat kerja. Bahkan, hampir setengah dari milenial dan Gen-Z melaporkan diskriminasi di tempat kerja karena alasan ras, suku, dan gender. Sehingga hal ini sangat mempengaruhi kecemasan dan mental health mereka saat bekerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Volunteer dari komunitas Sudah Dong Tantri Arihta Sitepu, menambahkan, tindakan workplace bullying sebenarnya dapat dicegah. Di antaranya dengan cara membangun relasi yang baik dengan rekan-rekan kantor, yang tentu saja membutuhkan personal effort. Sehingga bisa mengetahui personal interest masing-masing. Selain itu, menggali prinsip personal satu sama lain melalui percakapan sehari-hari.

Baca Juga :   Program Easy Green Ajak Konsumen Belanja Produk yang Baik untuk Lingkungan

“Dengan melakukan hal tersebut, secara langsung kita sedang bertoleransi. Saat kita memahami apa yang menjadi batasan-batasan pribadi orang lain, maka respect pun terbangun. Akhirnya, diharapkan tidak ada bullying di antara rekan kerja di lingkungan kantor,” tutup Tantri. (eva)