TGIPF Tragedi Kanjuruhan: Ada Upaya Polisi Ganti Rekaman CCTV

JagatBisnis.com –  Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Malang telah mengunggah dokumen laporan melalui situs web resmi Kemenko Polhukam, yakni polkam.go.id. Pada halaman 50 laporan tersebut, TGIPF menyebut ada upaya dari pihak kepolisian untuk mengganti rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan.

“Ada juga upaya aparat kepolisian untuk mengganti rekaman dengan yang baru. Hal ini kesaksian dari Pak Heru selaku General Koordinator,” bunyi temuan dalam laporan TGIPF dikutip Selasa (18/10/2022).

Selain itu, TGIPF juga menemukan polisi melarang rekaman CCTV yang ada di Stadion Kanjuruhan untuk diunduh. Bahkan, pada halaman 98 temuan TGIPF menyebut, terdapat rekaman CCTV yang hilang karena telah dihapus.

Baca Juga :   Jadwal Padat yang Bikin Ketum PSSI Diperiksa Besok terkait Tragedi Kanjuruhan

“Rekaman di lobi utama dan area parkir Stadion Kanjuruhan dihapus selama 3 jam 21 menit. Padahal, CCTV lobi utama merekam rangkaian kendaraan Baracuda milik polisi yang melakukan evakuasi Tim Persebaya dari Stadion Kanjuruhan,” tulis TGIPF.

Baca Juga :   Pengobatan Korban Tragedi Kanjuruhan Ditanggung Pemerintah

Menurutnya, pergerakan awal rangkaian Baracuda yang akan melakukan evakuasi Tim Persebaya, dapat terekam melalui CCTV yang berada di Lobby utama dan Area Parkir, tetapi rekaman CCTV tersebut mulai dari pukul 22.21.30. Ada terekam dengan durasi selama 1 jam 21 menit, dan selanjutnya rekaman hilang (dihapus)selama 3 jam, 21 menit, 54 detik. Kemudian muncul kembali rekaman selama 15 menit.

Baca Juga :   Ditetapkan sebagai Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Dirut PT LIB Buka Suara

“Hilangnya rekaman CCTV selama 3 jam lebih tersebut menghambat tugas TGIPF untuk merangkai peristiwa dan menggali fakta. “Hilangnya durasi rekaman CCTV menyulitkan atau menghambat tugas tim TGIPF untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi,” bunyi laporan tersebut. (*/esa)