Kaum Milenial Dirangkul Menjadi Sahabat Bank Syariah

JagatBisnis.com – Perkembangan digitalisasi di sektor jasa keuangan perlu disikapi dengan cepat dan tepat. Sehingga berdampak bagi perekonomian masyarakat, termasuk oleh pelaku industri keuangan syariah. Menyikapi hal tersebut, Bank Syariah Indonesia (BSI) menggaungkan literasi keuangan syariah digital ke seluruh pelosok negeri.

“Literasi keuangan syariah harus menyasar generasi muda yang melek teknologi. Oleh karena itu, kami harus merangkul milenial menjadi sahabat BSI,” kata Komisaris Independen BSl, M. Arief Rosyid Hasan yang juga Wakil Ketua Badan Ekonomi Syariah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/12/2021).

Dia menjelaskan, salah satu faktor penting dalam kerangka ekonomi dan keuangan syariah adalah generasi milenial. Karena generasi muda harus melek teknologi digital. Sehingga bisa masuk ke pasar perbankan syariah dan muncul sebagai pemimpin. Apalagi perbankan syariah Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan belum tergarap maksimal.

Baca Juga :   BSI Segera Buka Kantor Perwakilan di Dubai

“Baik dalam konteks BSI maupun MES, kami selalu bergerak bersama teman-teman muda untuk menyiarkan literasi keuangan syariah. Beberapa gerakan yang sudah dan sedang kami jalankan, di antaranya, KOPDAR Gerakan Anak Muda untuk Ekonomi Syariah (gaMES), Pemuda Ekonomi Masjid (Emas), serta Muslim Leaderpreneur,” kata Arief.

Baca Juga :   Pemprov Aceh Dukung BSI Proses Izin Mudahkan Turis Asing Tarik Uang

Dia mengungkapkan, perkembangan digitalisasi di sektor jasa keuangan perlu disikapi dengan cepat dan tepat agar berdampak bagi perekonomian masyarakat, termasuk oleh pelaku industri keuangan Syariah. Karena pandemi Covid-19 telah melahirkan kenormalan baru di tengah masyarakat, termasuk adaptasi teknologi. Bahkan financial technology (fintech) sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Berbagai transaksi keuangan pun dapat dilakukan seacara digital atau nontunai. Makanya, kami yang bergerak di industri keuangan syariah juga terus melakukan literasi kepada masyarakat di seluruh wilayah Tanah Air. Terlebih, indeks literasi dan inklusi keuangan digital dan syariah masih rendah,” ujar Arief.

Baca Juga :   Iuran BPJS Kesehatan di Aceh Bisa Autodebet di BSI

Dia mengatakan, urgensi literasi keuangan syariah menjadi penting, bukan saja bagi pengembangan lembaga keuangan syariah. Namun juga bagi agenda pertumbuhan perekonomian masyarakat.

“Kalau kita bicara ekonomi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga merupakan driving force bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, kami mendukung penuh UMKM untuk bergerak menjadi pelaku ekonomi Syariah dan membantu mereka memanfaatkan perkembangan teknologi digital,” tutupnya.
(*/eva)