Ustaz yang Aniaya Santri di Demak Jadi Tersangka

JagatBisnis.com –  Seorang ustaz pengasuh pesantren tahfiz anak Darul Mustofa, Jogoloyo, Wonosalam, Demak, Jawa Tengah, diresmikan sebagai terdakwa permasalahan penganiayaan 11 orang santri yang diasuhnya. Pelaku yang bernama Muslimin (32) jadi terdakwa setelah dilakukan pelacakan permasalahan kekerasan di madrasah, dan polisi menemukan fakta yang lumayan untuk memerangkap terdakwa.

Diketahui, film aksi penganiayaan yang dilakukan Muslimin pada 11 orang santri itu beredar di alat sosial, setelah salah seorang santri merekam aksi itu menviralkannya. Polisi langsung menjemput Muslimin dan membawanya ke kantor Polres Demak untuk menempuh pengecekan.

Dari hasil pengecekan kepada korban, saksi, pengakuan terdakwa, dan perlengkapan fakta visum et repertum, interogator Bagian Proteksi Wanita dan Anak Polres Demak memutuskan Muslimin sebagai terdakwa penganiayaan kepada anak asuhnya di madrasah Darul Mustofa.

” Pelaku berterus terang dan membetulkan peristiwa itu. Status pelaku saat ini sudah terdakwa,” tutur Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono, Senin, 6 September 2021.

Sementara terdakwa Muslimin, berterus terang khilaf telah melakukan aksi kekerasan kepada santri anak asuhnya di madrasah. Tindakan itu ia jalani karena merasa gusar setelah perintahnya supaya para santri kilat istirahat malam tidak diindahkan.

Terdakwa berbohong, tindakan penganiayaan yang dikerjakannya untuk ceria santri supaya tidak bandel. Beliau juga sudah meminta maaf pada santri yang jadi korban penganiayaan, dan tidak sempat memusuhi mereka.

” Aku pula memohon maaf pada orang berumur santri, dan arahan pondok madrasah Darul Mustofa dan madrasah di Demak yang tercoreng dampak aksi aku,” ucap tersangka

” Aku memohon maaf pada orang berumur santri, dan arahan pondok madrasah Darul Mustofa dan madrasah di Demak yang tercoreng dampak aksi aku,” ucap tersangka

Dampak perbuatannya, terdakwa Muslimin dijerat Undang- Undang Proteksi Anak Artikel 76 C Juncto Artikel 80 bagian 1 dan Artikel 351 KUHP. Dengan bahaya ganjaran maksimal 3 tahun 6 bulan bui. (pia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button