Gempa 6,1 Magnitudo Bikin Pengunjung Mal Panik, Berebut Jalan Keluar

JagatBisnis.com –   Gempa bumi (M) 6,1 terjadi di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa, tepatnya di Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 km. Gempa ini juga dilaporkan terasa di Blitar, Kediri, Trenggalek, Jombang, Ngawi, Lombok Barat, Mataram, Kuta, Jimbaran, Denpasar, Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, Turen, dan Banjarnegara.

Bahkan di Surabaya juga sempat terjadi kepanikan. Sejumlah pengunjung di Tunjungan Plaza (TP), Wolrd Trace Center (WTC) dan Plaza Marina panik. Mereka berebut keluar dari dalam gedung.

Sebuah video amatir menunjukkan puluhan pengunjung berlari menuju tangga berjalan guna menyelamatkan diri. Mereka berbondong-bondong mencari jalan turun dan keluar gedung mall.

Video lain juga menunjukkan pengunjung sebuah mal bergerombol di halaman pusat perbelanjaan setelah mereka berhasil keluar dari dalam mal setelah merasakan gempa besar yang berasal dari Malang.

Tak hanya di Surabaya, pengunjung di sejumlah Mal di Kota Solo, Jawa Timur pun mengalami kepanikan yang sama.

Chief Marketing Communication (Marcom) Solo Paragon Mal Veronica Lahji membenarkan kondisi tersebut. Hanya saja situasi saat terjadi gempa masih terkendali dan tidak terjadi kepanikan berlebihan dari pengunjung.

“Iya tadi gempa terasa sebentar, pengunjung ada yang panik. Tapi kalau sampai berhamburan tidak kayaknya,” kata Vero, Sabtu (10/4/2021).

Menurutnya, jika ada pengunjung yang memang berusaha untuk turun dan keluar dari mal saat gempa terjadi. “Tetapi kepanikan itu wajar, ada yang turun tetapi ada juga yang masih stay (tetap) di dalam mal,” urainya.

Ditanya mengenai kondisi bangunan mal sendiri pascagempa terjadi, Vero mengatakan, kondisinya masih aman dan sepertinya tidak ada kerusakan yang terjadi. “Dari laporan tidak ada kerusakan,” ungkap Vero.

Hal yang sama disampaikan oleh Commercial GM Solo Square Ninik Husniati. Ia mengatakan, kepanikan pengunjung memang ada tetapi masih sebatas wajar dan tidak sampai yang berdesakan atau berhamburan keluar mal.

“Tidak ada apa-apa, memang kerasa mungkin juga ada pengunjung yang panik dan turun atau keluar cuman tidak sampai berhamburan,” katanya.

Perlu diketahui, gempa bumi kekuatan M 6,1 terajdi di Kabupaten Malang, Jawa timur, pukul 14.00 WIB, Sabtu (10/4/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya sudah tiga kali terjadi gempa susulan di Malang, Jawa Timur.

“Berdasarkan hasil monitoring kami update hingga detik ini sudah terjadi gempa susulan sebanyak 3 kali dengan magnitudo 3,1, 3,8 dan 3,6,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan resmi, Sabtu (10/4/2021).

Bambang mengatakan, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. “Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ungkap Bambang.

Sementara Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), gempa yang terjadi pada pukul 14.00 WIB, juga memicu guncangan sedang hingga kuat di beberapa wilayah Jawa Timur. Sedangkan di Kota Malang, guncangan dirasakan dengan intensitas sedang selama 12 detik.

“Hal serupa dirasakan masyarakat Blitar yang merasakan guncangan kuat selama 30 detik. Mereka berhamburan keluar bangunan karena panik. Di kabupaten Lumajang, masyarakat di sana merasakan guncangan selama 20 detik. BPBD memantau masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button