Ini yang Bikin Korban Tewas di Halloween Itaewon

JagatBisnis.com –  Pesta Halloween di kawasan Itaewon, Seoul, Korea Selatan berubah dari keseruan menjadi duka mendalam setelah 155 orang tewas. Kerumunan massa yang berdesakan-desakan di gang kecil itu menimbulkan korban akibat beberapa penyakit. Diduga korban meninggal akibat beberapa penyakit.

Pesta Halloween di Itaewon, Korea Selatan, berujung tragedi ini terjadi pada Sabtu (29/10/2022) malam waktu setempat. Sebagian besar korban tewas di tragedi ini adalah remaja berusia 20-an tahun dan dewasa muda. Pesta Halloween Itaewon berubah mencekam setelah kerumuman besar memadati gang di kawasan kehidupan malam ibu kota Korea Selatan, Seoul, tersebut.

Ini adalah acara Halloween pertama di Seoul dalam tiga tahun setelah Korsel mencabut pembatasan COVID-19 dan social distancing. Banyak pengunjung pesta Halloween ini mengenakan topeng dan kostum Halloween. Beberapa saksi menggambarkan kerumunan semakin tidak terkendali dan cemas saat malam semakin larut.

Sejumlah media lokal Korsel menyebutkan bahwa korban tragedi Halloween Itaewon sempat mengalami gejala muntah darah, sebelum meninggal. Dokter Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD mengungkapkan ada dua kemungkinan penyakit yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kemungkinan pertama adalah emboli palu sementara kemungkinan kedua yakni Infark miokard atau serangan jantung. “Saya tidak menangani pasien di Itaewon. Tapi gejala-gejala penyakit tersebut mengerucut pada dua kemungkinan itu,” ungkap dia di akun Twitter miliknya Senin (31/10/2022).

Dokter Koko, sapaan akrabnya, menjelaskan kemungkinan pertama adalah emboli paru mengingat tanda-tandanya. Adapun tanda-tanda dan gejala utama emboli paru adalah sesak napas, nyeri dada, dan batuk disertai darah. Sementara itu, gejala lain emboli paru adalah irama jantung tidak teratur, pusing, keringat banyak, demam/meriang, nyeri dan atau bengkak pada tungkai bawah, dan kulit jadi pucat/sianosis.

Baca Juga :   Jokowi Ucapkan Duka atas Tragedi Halloween Itaewon Korsel

Beberapa penyebab emboli paru di antaranya obesitas/kegemukan, asap rokok, minuman beralkohol, malas bergerak, atau tirah baring lama (bedrest). Juga akibat riwayat diabetes, jantung, kanker, stroke, dan COVID (juga long COVID) serta terbang atau berkendaraan dalam waktu lama.

Apa yang menyebabkan emboli paru di korban Itaewon? “Kemungkinan karena berdesak-desakan, tidak bergerak, rongga dada tertekan, volume paru berkurang atau pembuluh darah paru ikut tertekan,” kata Dokter Koko.

Sementara kemungkinan kedua, lanjut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hassanuddin itu, penyakit yang menyerang korban Itaewon adalah serangan jantung atau Infark miokard. Adapun gejalanya adalah nyeri dada, muntah darah, dan jadi warna ungu (sianosis). “Saya simpan di urutan kedua karena kemungkinannya [serangan jantung] lebih kecil. Hanya saja, jarang terjadi Infark miokard yang serentak,” ungkapnya.

Emboli Paru
Mengutip Mayoclinic, emboli paru adalah penyumbatan di salah satu arteri pulmonalis di paru-paru Anda. Dalam kebanyakan kasus, emboli paru disebabkan oleh gumpalan darah yang mengalir ke paru-paru dari vena dalam di kaki atau dari vena di bagian tubuh lain (deep vein thrombosis).

Baca Juga :   Korban Tewas Tragedi Halloween Itaewon Bertambah Jadi 155 Orang

Karena gumpalan menghalangi aliran darah ke paru-paru, emboli paru bisa mengancam jiwa. Namun, perawatan segera dapat mengurangi risiko kematian. Mengambil tindakan untuk mencegah pembekuan darah di kaki Anda akan membantu melindungi dari emboli paru.

Gejala emboli paru sangat bervariasi, tergantung pada seberapa banyak paru-paru terlibat, ukuran gumpalan, dan apakah memiliki penyakit paru-paru atau jantung yang mendasarinya. Tanda dan gejala umum meliputi sesak napas yang muncul tiba-tiba dan bisa memburuk dengan pengerahan tenaga.

Gejala lainnya adalah sakit dada. Anda mungkin merasa seperti mengalami serangan jantung. Rasa sakitnya sering tajam dan terasa saat menarik napas dalam-dalam, ketika batuk atau membungkuk. Tanda lainnya adalah batuk yang dapat menghasilkan dahak berdarah.

Tanda dan gejala lain yang dapat terjadi dengan emboli paru meliputi detak jantung cepat atau tidak teratur, sakit kepala ringan atau pusing, keringat berlebihan, demam, nyeri kaki atau bengkak, atau keduanya, biasanya di betis yang disebabkan oleh trombosis vena dalam. Bisa juga ditandai dengan kulit lembab atau berubah warna (sianosis).

Infark miokard
Dalam istilah sehari-hari, Infark miokard (Myocard Infarction) sering disebut juga serangan jantung. Infark miokard sendiri dalam istilah medis berarti ada kerusakan jaringan otot jantung menetap karena kurangnya pasokan oksigen. Ketika otot-otot jantung rusak maka tidak dapat kembali ke fungsi semula, dan kemampuan jantung untuk memompa darah menjadi berkurang.

Baca Juga :   Korban Tewas Tragedi Halloween Itaewon Bertambah Jadi 155 Orang

Mengutip Honestdocs, penyebab utama dari terjadinya Infark miokard adalah ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan oksigen di jaringan otot jantung. Kebutuhan oksigen di jaringan otot jantung yang tinggi, tetapi pasokan (supply) oksigen ke daerah tersebut kurang.

Otot-otot jantung membutuhkan pasokan oksigen agar dapat terus memompa darah ke seluruh tubuh. Apabila aktivitas otot jantung meningkat, kebutuhan akan oksigen juga meningkat. Jika tidak mendapatkan oksigen dalam waktu yang cukup lama, lama kelamaan jaringan otot jantung dapat rusak dan bersifat menetap.

Menurunnya pasokan oksigen ke jaringan otot jantung dapat disebabkan oleh sumbatan pada arteri coroner yang disebut atherosclerosis, yaitu adanya plaque di dalam lubang pembuluh darah jantung. Sehingga darah yang membawa oksigen tidak dapat mencapai otot jantung. Infark miokard yang lebih sering terjadi karena disebabkan sumbatan pembuluh darah jantung atau ischemia.

Pasien yang mengalami serangan jantung biasanya mendadak tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. Akan tetapi pada beberapa kasus, pasien dapat saja merasakan gejala pendahuluan sebelum terjadinya serangan, seperti lemas, rasa tidak nyaman di dada, gelisah, nafas pendek-pendek, mual dan pusing.

Kedua penyakit ini baik emboli paru maupun infark miokard bisa menyerang siapa saja, tanpa harus terjadi pada kerumunan massa seperti di acara Hallowen di Itaewon. Pencegahan penyakit ini menjadi penting bagi kita agar tidak menyebabkan keparahan dan kematian. (tia)