Ini Komitmen BSI Memaksimalkan Dampak Zakat dan Sedekah

Foto : Istimewa

JagatBisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan BSI Maslahat hadir dalam forum undangan dari UNHCR di Kuwait pada Rabu (12/10/2022). Acara ini membahas kemitraan internasional untuk penanganan pengungsi, salah satunya terkait lembaga ZISWAF.

“Kami berkomitmen untuk tumbuh bersama sebagai ekosistem islami. Selain itu BSI Maslahat juga berkomitmen memperluas dan memaksimalkan dampak zakat dan sedekah melalui kemitraan dengan organisasi kemanusiaan lokal dan internasional,” kata Ketua Umum Pengurus BSI Maslahat sekaligus Group Head Change Management & Transformation Office Group Head BSI Suhendar, mengatakan pihaknya dan BSI Maslahat, Minggu (16/10/2022).

Dia menjelaskan, BSI Maslahat mempunyai tiga pilar program yaitu didik umat, mitra umat dan simpati umat. Pada 2021, BSI Maslahat bersama BSI telah menciptakan Creating Shared Value melalui pemberdayaan dan bantuan kepada 6 masjid & mushola, 17 desa binaan, 17 desa binaan, 42 universitas mitra beasiswa, 242 sekolah binaan, 5.362 penerima beasiswa dengan total sebesar 252.846 penerima manfaat.

Baca Juga :   Mitigasi Bencana Banjir Jakarta, BSI bersama Yayasan BSMU Berikan Perahu Karet

“BSI Maslahat dan BSI juga bekerjasama dalam menyediakan dana zakat bagi pengungsi UNHCR untuk kemanusiaan pada saat penanganan COVID-19. Total bantuan yang telah diberikan dalam program ini adalah sebesar Rp 1 miliar kepada 2.181 pengungsi,” terangnya.

Baca Juga :   BSI Gelar Vaksinasi Dari Masjid ke Masjid

Menurut Suhendar, selain zakat dan infaq, BSI dan BSI Maslahat juga memiliki program Wakaf. Dalam pengelolaan wakaf, BSI Maslahat berkomitmen untuk mengembangkan program yang mendorong transformasi penerima manfaat menjadi muzakki. Secara praktik, BSI Maslahat mempunyai tiga model pengembangan wakaf diantaranya pertama adalah CWLS (Cash Waqf Linked Sukuk).

“Ini merupakan investasi wakaf tunai dalam sukuk negara yang pengembaliannya disalurkan oleh nadzhir untuk membiayai program sosial dan pemberdayaan ekonomi umat,” ucapnya.

Baca Juga :   BSI Gandeng Lembaga Riset dan Perguruan Tinggi untuk Kembangkan Ekonomi Syariah

Ketig, lanjut dia, wakaf melalui uang. Program ini dimanfaatkan untuk memperoleh harta benda wakaf tidak bergerak seperti pembangunan sarana prasarana sosial, tidak hanya masjid tetapi juga sekolah/ponpes dan harta benda wakaf bergerak, misalnya infrastruktur usaha desa.

“Wakaf produktif yang diharapkan dapat menghasilkan keuntungan yang dapat dimobilisasi untuk membiayai program-program pembangunan berkelanjutan. BSI Maslahat merupakan mitra strategis dari Bank Syariah Indonesia dalam melakukan penyaluran dana ZISWAF berpacu pada indicator sustainability. Sehingga pemanfaatan programnya dapat berdampak luas,” imbuhnya. (*/eva)