Wujudkan Sustainability Ambitions, Amatil Indonesia Bicara Energi Terbarukan

JagatBisnis.com – Memaksimalkan penggunaan energi terbarukan merupakan salah satu komponen penting dari strategi Amatil yang sejalan dengan target pemerintah Indonesia khususnya pengurangan emisi karbon.

“Kita telah bertekad untuk mengurangi emisi karbon dan jejak lingkungan, sekaligus meningkatkan kemampuan kami dalam menghasilkan lebih banyak minuman dan menyegarkan lebih banyak orang,” ujar Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability Coca Cola Amatil Indonesia Lucia Karina saat menjadi narasumber pada gelaran website seminar (webinar) yang diselenggarakan Kompas bekerjasama dengan Institute For Essential Services Reform (IESR) dengan tajuk ”Siapkah Indonesia Tanpa Energi Fosil”.

Amatil Indonesia menjadi satu dari beberapa narasumber yang hadir: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Direktur Utama PT PLN Persero Darmawan Prasodjo, serta Ketua Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Tri Mumpuni.

“Amatil Indonesia memandang investasi energi terbarukan sebagai perwujudan komitmen mencapai Sustainability Ambitions 2020-2040; yakni emisi nol bersih karbon pada tahun 2040,” tuturnya.

“Mengoptimalkan efisiensi energi yang dipakai dalam operasional, termasuk penggunaan sistem yang terintegrasi dan teknologi sensor otomatis pada mesin – mesin, mengurangi set point pressure pada kompresor yang kami pakai, pencahayaan, proses shutdown dan start-up otomatis, serta sistem perawatan,”terangnya.

“Energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan mencapai 442 GW. Di samping itu, sumber energi yang beragam seperti surya, air, angin, panas bumi, bio energi, dan gelombang samudera menjadi potensi bauran yang bisa dikembangkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa Jawa Tengah menyimpan potensi cukup besar untuk dikembangkan; salah satunya PLTS Atap dan Terapung. Secara geografis Provinsi Jawa Tengah yang berada di daerah khatulistiwa yang terletak pada 10°LS memiliki intensitas penyinaran matahari 3,5 kwh/m²/hari sehingga seluruh wilayah di Jawa Tengah potensial untuk dibangun PLTS.(HAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button