We Love Bali, Kehangatan Buaian Mimpi Pulau Dewata Siap Manjakan Wisatawan

jagatBisnis.com – We Love Bali dengan kehangatan tawaran amenitas terbaik Pulau Dewata. Selain aplikasi masif CHSE (Cleanlinnes, Health, Safety, dan Environment Sustainability), hotel/resort di Bali memiliki karakteristik unik dalam memanjakan wisatawan. Diskon harganya pun super kompetitif 50% di masa transisi New Normal. Paketnya sangat menarik dengan fasilitas lengkap dan pelayanan prima.

Salah satu rujukan amenitas Pulau Dewata ditawarkan Mimpi Resort Menjangan, Buleleng, Bali. Seluruh aspek resort mampu membuai para peserta Familiarization Trip (Famtrip) Kemenparekraf/Baparekraf, 6-8 November 2020. Manajerial prosesi penerimaan tamu resort sangat bagus, diantaranya hand sanitizer, pengukuran suhu tubuh, disinfektan, dan welcome drink sudah diberikan dalam room masing-masing.

“Kami sangat ketat menjalankan regulasi CHSE. Pokoknya keamanan dan kesehatan wisatawan menjadi hal utama di Mimpi. Kami jaga kepercayaan mereka. Mimpi tetap memberikan banyak keistimewaan, seperti diskon besar. Fasilitas Mimpi lengkap dan beberapa sangat khas, hanya ada di sini,” ungka Resort Manager Mimpi Resort Menjangan Chandra Prasetya.

Menawarkan akses masuk besar di masa transisi New Normal, diskon Mimpi mencapai 50%. Harganya dibuka mulai Rp650 Ribu/Malam hingga Rp1 Juta/Malam. Mimpi juga menawarkan paket khusus yang menarik melalui Pone Stay 3D2N dengan rentang harga Rp1,5 Juta hingga Rp2 Juta. Varian penawaran, diantaranya Patio dan Villa. Reservasi hubungi 08873312201 atau (0362) 94497.

Untuk Patio, benefit yang ditawarkan seperti gratis Balinese Massage dan Afternoon Tea masing-masing untuk 2 orang. Benefit serupa juga bisa dinikmati dari Pone Stay 3D2N varian Villa plus fasilitas penuh hot spring pribadi. Dan, Mimpi menjadi satu-satunya resort/hotel di Bali yang menawarkan fasilitas hot spring masuk room. Selain airnya natural, suhunya berkisar 38-42 derajat celcius.

“Mimpi memiliki banyak paket-paket menarik, termasuk selama masa transisi New Normal ini. Harga jelas ramah karena diskonnya besar. Meski demikian, wisatawan bisa menikmati fasilitas full. Mimpi ini satu-satunya yang memiliki fasilitas hot spring hingga ke dalam room. Untuk Patio, ada jacuzzi di dalam. Untuk hot spring bisa dinikmati di sekitar room. Ada juga Beach Pool,” kata Chandra lagi.

Semakin memanjakan wisatawan, Mimpi pun menawarkan kekhasannya melalui fasilitas Spa & Massage Centre. Selain berapa menu andalan, ada juga Watsu. Cukup langka, Watsu merupakan metode massage yang dilakukan di dalam air. Apalagi, Mimpi mempunyai instalasi hot spring hingga masuk room. Selain itu, fasilitas lainnya adalah garden pool, gift shop, dive centre & changing room, hot thermal spring, juga sunset beach estaurant.

“Bali selalu memberikan amenitas terbaik dan khas kepada wisatawannya. Beberapa fasilitasnya sangat langka, seperti Mimpi ini. Kesemuanya itu tentu semakin membuat nyaman wisatawan. Lebih penting lagi, semua menerapkan CHSE secara total. Hasil monitoring dan evalausi rutin juga sangat bagus. Jadi wisatawan selalu aman dan sehat di Bal,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa.

Selain fasilitas, Mimpi juga menawarkan beragam kuliner nikmatnya. Ada Bebek Goreng Kering dengan racikan bumbu khas Mimpi, selain Ayam Betutu. Menu khas lainnya adalah Banyu Wedang Nasi Pedas. Meski namanya memakai ‘Pedas’ tapi levelnya dibuat khusus agar diterima semua jenis lidah wisatawan. Menu ini memakai seafood, bacon, garlic, prawn, plus sambal Bali tradisional.

“Semua yang terbaik tetap ditawarkan Bali sepanjang masa transisi New Normal. Yang jelas, CHSE ini memberikan impact sangat positif. Industri pariwisata mulai bergerak kembali. Arus wisatawannya saat ini terus tumbuh, meski wisman belum masuk. Secara umum semua lini industri hingga destinasinya sangat siap menyambut wisatawan New Normal dan pesta Tahn Baru 2021,” terang Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Rizki Handayani.

Mengacu Mimpi, pergerakan wisatawannya kompetitif. Saat ini rata-rata okupansi Mimpi mencapai 40% pada Juli 2020, meski pada hari normal (sebelum pandemi Covid-19) berada pada angka 80%-90%. Dan, memasuki Desember 2020 jumlah rata-rata okupansinya mencapai 60%. Mendekati akhir tahun, rata-rata okupansinya diprediksi menyentuh angka 70% per hari. Komposisi pasarnya, goverment, group, hingga masyarakat umum.

“Kami tentu akan terus dorong pertumbuhan wisatawan melalui branding dan beragam program secara menyeluruh. Komitmen kami untuk terus menaikan angka kunjungan wiswan berlaku menyeluruh di wilayah Indonesia. Kami harap ekonomi masyarakat bisa puli lebih cepat. Pertumbuhan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat lalu semakin membaik bahkan pulih saat kran wisman dibuka kembali,” tutup Rizki.(saf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button