Utang RI Per September 2021, Meningkat Menjadi Rp6.711 Triliun

JagatBisnis.com –  Utang pemerintah terus mengalami peningkatan. Terhitung per September 2021, utang naik 1,29 persen dari Rp6.625,43 triliun pada Agustus menjadi Rp6.711,52 triliun pada September 2021. Jumlahnya setara 41,38 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

“Posisi utang pemerintah per akhir September 2021 berada di angka Rp6.711,52 triliun,” tulis Kementerian Keuangan di laporan APBN KiTa edisi Oktober 2021 seperti dikutip pada Kamis (4/11/2021).

Kemenkeu menjelaskan kenaikan utang terjadi karena ada peningkatan jumlah utang dari Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi rupiah sebesar Rp89,08 triliun. Sementara jumlah utang dari SBN valuta asing (valas) naik Rp6,2 triliun.

“Peningkatan jumlah utang itu untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan di tengah pemulihan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi Covid-19. Walaupun meningkat, tapi pemerintah terus berusaha menurunkan jumlah pinjaman utang dari luar negeri dan surat utang berdenominasi valas,” terangnya.

Kemenkeu mengungkapkan, beberapa langkah pengelolaan utang telah dilakukan pemerintah. Di antaranya, dengan menjaga komposisi utang SBN domestik lebih besar daripada utang dalam bentuk valuta asing.

“Jika dirinci, jumlah utang SBN secara total mencapai Rp5.887,67 triliun atau 88 persen dari total utang. Sisanya, berupa pinjaman sebanyak Rp823,85 triliun. Pada SBN, jumlah utang yang berasal dari dalam negeri mencapai Rp4.606,79 triliun. Sementara dari luar negeri senilai Rp1.280,88 triliun,” imbuhnya.

Selanjutnya, pada pinjaman, utang berasal dari pinjaman dalam negeri sebanyak Rp12,52 triliun dan sisanya dari luar negeri Rp811,33 triliun. Adapun pinjaman dari luar negeri terdiri dari pinjaman bilateral Rp306,18 triliun, multilateral Rp463,67 triliun, dan perbankan Rp41,48 triliun. (*/esa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button