Usai Kerusuhan, Warga di Yalimo Dilaporkan Mulai Sakit dan Kelaparan

JagatBisnis.com – Sejumlah masyarakat yang terperangkap karena jalur setelah kekacauan di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua, dikabarkan mulai terkena penyakit dan kelaparan.

Pimpinan Jalinan Keluarga Toraja( IKT) Provinsi Papua Edie Rante Tasak kala dihubungi di Wamena, Bunda Kota Kabupaten Jayawijaya, Kamis, 29 Juli 2021, mengatakan mereka yang terperangkap merupakan para pengemudi dan kondektur lanjuran yang melewati jalur trans Papua, Jayapura- Yalimo- Jayawijaya.

” Situasi saudara- saudari kita pengemudi dan kondektur di situ memprihatinkan. Informasi yang kita bisa, mereka di situ sudah banyak jatuh sakit, kekurangan materi santapan, tidur tidak pantas karena mereka di tenda- tenda saja,” tuturnya.

IKT Papua sebelumnya melakukan pertemuan bersama administratur kepolisian wilayah Papua di Jayapura terkait masyarakat ity tetapi tidak terdapat solusi alhasil IKT berusaha lagi ke DPR Papua tetapi pula tidak menemukan jawaban.

Akhirnya, tutur Edie, grupnya bertemu Panglima Korem untuk meminta opini dan mereka disambut dengan bagus dan diserahkan masukan untuk suasana yang mereka hadapi.

” Selama ini kita berambisi penguasa wilayah akan turun tangan menuntaskan masalah ini tetapi tampaknya tidak semacam itu. Akhirnya kita wajib menyampaikan kesedihan ini pada Kepala negara RI melalui Menteri Polhukam karena, sesuai UUD 1945, negeri harus melindungi masyarakat negaranya,” tuturnya.

Panglima Kodim 1702 atau Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang mengatakan setelah berkoordinasi dengan penguasa, DPRD, dan massa pemalangan jalur, pada hari ini 400 alat transportasi yang terperangkap akhirnya diizinkan meneruskan ekspedisi.

” Kita melakukan awal ini untuk menghasilkan 400 alat transportasi yang mau mengarah ke Jayapura, serupa pula dengan pemalangan di ruas jalur yang mengarah ke Jayawijaya,” tuturnya.

Beliau mengatakan pemalangan yang dilakukan satu minggu lebih itu akhirnya dibuka untuk sementara durasi karena mereka membuat koordinasi yang bagus dengan massa.

” Kita belum dapat yakinkan apakah awal alang ini berikutnya ataupun sementara saja, kita masih lalu melakukan koordinasi dengan warga, paling utama tokoh- tokoh adat,” tuturnya.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button