Puluhan Nakes di Bangkalan Positif COVID-19

JagatBisnis.com –  Kurang lebih 30 daya kesehatan( nakes) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, terkonfirmasi positif COVID- 19. Bahkan, satu dokter RSUD Bangkalan, dokter Eko Sonny Tejolaksito, dikabarkan meninggal bumi setelah terhampar. Ruang pelayanan Instalasi Berbahaya Gawat( IGD) RSUD setempat pula ditutup per Sabtu ini, 5 Juni 2021.

Sekurang- kurangnya 29 daya kesehatan yang bekerja di 2 Pusat Kesehatan Warga Arosbaya di Bangkalan yang terhampar COVID- 19. Rinciannya, 17 nakes di Puskesmas Arosbaya dan 12 nakes di Puskesmas Tongguh. 2 puskesmas itu saat ini di- lockdown.

Belum diketahui dengan cara tentu terdapat ataupun tidaknya nakes di RSUD Bangkalan yang terhampar COVID- 19. Tetapi, perihal yang tentu, pihak rumah sakit menutup pelayanan ruang IGD rumah sakit itu sempat Sabtu sampai Selasa, 5- 8 Juni 2021. Dinas Kesehatan setempat pula sudah mengajukan lockdown di rumah sakit itu pada Bupati setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Sudiyo belum sukses dikonfirmasi kala coba bertamu melalui telepon genggamnya. Tetapi, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana membetulkan pertanyaan itu. Beliau berterus terang sudah menyambut verifikasi pertanyaan itu dari Dinas Kesehatan Bangkalan.

” Di Bangkalan ternyata terjadi kenaikan permasalahan dan betul ketua rumah sakitnya[menyampaikan] karena terdapat dokter ahli radiologinya yang meninggal, pula terdapat sebagian daya kesehatan terkonfirmas[positif], alhasil mereka mulai hari ini menutup IGD- nya,” tutur Herlin saat dikonfirmasi.

Sebagai tahap lanjut supaya pelayanan kesehatan untuk masyarakat Bangkalan tetap berjalan, Herlin melaporkan grupnya saat ini tengah mempersiapkan rumah sakit terdekat sebagai cagak. Yang sangat mungkin ialah di sejumlah rumah sakit di Surabaya, semacam RSU dokter Soetomo dan Rumah sakit Haji.” Karena situasi[BOR Rumah sakit) di Surabaya relatif baik nyatanya,” ucap Herlin.

Nyatanya, lanjut ia, dengan cara biasa tingkatan keterisian auditorium[BOR] rumah sakit referensi di Jawa Timur masih relatif nyaman, biarpun mengalami kenaikan setelah prei jauh Idulfitri. Jika sebelumnya pada umumnya di kisaran 23 persen, saat ini bertambah jadi 24 persen. Tetapi, tak diduga di Bangkalan terjadi kenaikan permasalahan positif COVID- 19 yang penting.

Analisa sementara, bagi Herlin jumlah permasalahan COVID- 19 bertambah di Bangkalan di antara lain karena terdapatnya pergerakan orang dari provinsi ataupun kabupaten atau kota lain yang tak ditemukan saat prei Idulfitri. Tidak hanya itu longgarnya konsumsi masker di Madura pula jadi pemicu.” Saat ini ini ingin tidak ingin sudah wajib mempraktikkan 5 Meter,” tandasnya.(ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button