Presiden Belarus Membela Diri soal Jet Tempurnya Sergap Pesawat

JagatBisnis.com – Kepala negara Belarus Alexander Lukashenko mendakwa pihak yang mempersoalkan berupaya” mencekik” negaranya, pendapat awal sejak pemaksaan pendaratan pesawat Ryanair di bunda kota Minsk untuk membekuk seorang reporter.

Pesawat Ryanair, Roman Protasevich berlabuh di Lapangan terbang Vilnius, Lithuania Reuters Pesawat Ryanair, yang salah satu penumpangnya merupakan Roman Protasevich, berlabuh di Lapangan terbang Vilnius, Lithuania 6 jam setelah agenda semula.

Lukashenko melaporkan beliau menjawab bahaya bom yang berawal dari Swiss, tetapi penguasa Swiss mengatakan tak mengenali terdapat bahaya.

Beliau pula mengatakan reporter yang ditangkap- dalam penerbangan dari Yunani ke Lithuania- itu merancang makar.

Rusia mengatakan tak meragukan statment Lukashenko tetapi banyak negeri mengatakan tindakan itu pemalsuan negeri.

Seorang angkasawan dalam tanya jawab dengan BBC mengatakan ketetapan Belarus untuk memforsir pesawat penumpang berlabuh” betul- betul asal- asalan”.

” Jika pesawat tentara mencegat kita dan memberikan perintah pada kita, kita wajib mematuhinya,” tutur angkasawan itu.

Belarus memobilisasi pesawat tempur untuk memforsir pesawat penumpang Ryanair berpindah arah.

Semula pesawat itu melambung dari Yunani mengarah Lithuania tetapi dituntut berlabuh di Minsk, Belarus pada Minggu 23 Mei 2021 dengan alibi terdapat bom di dalam pesawat. Pada faktanya tidak ditemukan bom di pesawat itu.

Polisi Belarus setelah itu menggiring reporter pendukung antagonisme, Roman Protasevich, pergi dari pesawat setelah pesawat berlabuh di bunda kota Belarus.

Mereka yang berkecimpung di penerbangan mengatakan peristiwa itu sebagai” kejadian diplomatik yang besar”, sedemikian itu seriusnya alhasil sejumlah pangkal berterus terang belum sempat mengenali terdapat kejadian seragam sebelumnya.

Kala pesawat melambung di wilayah udara global, pesawat itu menjajaki negeri di mana pesawat didaftarkan.

Dalam permasalahan ini, Ryanair diketahui didaftarkan di Polandia sebagai” Ryanair Sun”, anak industri kongsi penerbangan Irlandia. Kala pesawat melambung di mana juga letaknya, pesawat itu tetap turut negeri Polandia.

” Untuk mengintervensi pesawat yang sedang melambung merupakan kejadian diplomatik yang mengaitkan negeri tempat registrasi pesawat,” tutur seorang pangkal di pabrik penerbangan.

Seorang angkasawan menambahkan” ini merupakan pelanggaran besar kepada sedemikian itu banyak akad global”.

Hukum global yang memperbolehkan pesawat melambung di atas wilayah negara- negara lain tanpa butuh berlabuh merupakan” First Freedom of the Air” dan independensi di udara ini berarti untuk membolehkan penumpang dan lalu rute beranjak dari satu negeri ke negeri lain.

Ketetapan Belarus untuk menggerebek pesawat penumpang di udara dan memaksanya berlabuh di negeri ketiga melanggar undang- undang itu. (ser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button